SMAIT Al-Multazam

Artikel

Artikel, Kegiatan Santri, News, Uncategorized

Great Festival SMAIT Al-Multazam Melalui “Satu Aksi Seribu Inspirasi”

SMAIT Al-Multazam (22/11/2025). Telah diselenggarakan sebuah event besar yakni Great Festival dengan mengusung tema “Satu Aksi Seribu Inspirasi”. Event ini merupakan salah satu kegiatan sekolah yang menggabungkan dua program yakni Green School dan Literasi. Sebagai wadah dan ajang talenta santri, kedua program tersebut mengadakan lomba-lomba, diantanya lomba duta Green School, duta literasi, kriya, dan desain poster digital. Bertempat di lapangan SMAIT Al-Multazam dan dihadiri oleh sejumlah dewan guru serta seluruh santri, Event Great Festival berjalan lancar dan kondusif. Sebagai sebuah kehormatan, acara Great Festival dibuka oleh Ibu kepala sekolah, Ustadzah Nina Herlina, M.Pd. Kemeriahan pun tampak mewarnai acara Great Festival 2025 dengan menyeting lapangan menjadi penuh inspirasi. Karya berjejer rapi, para duta beraksi di hadapan juri membuat suasana pagi begitu penuh inspirasi. Gerakan Satu Aksi Seribu Inspirasi, menjadi tema event Great Festival 2025. “Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kami percaya bahwa setiap langkah kecil memiliki kekuatan untuk menggerakkan dunia. Dari sebuah kepedulian sederhana, tumbuh sebuah harapan, dan dari satu aksi nyata, lahir seribu inspirasi gemilang. Semangat yang melandasi Gerakan Satu Aksi Seribu Inspirasi adalah sebuah ruang bersama untuk berbuat, berbagi, dan memberi dampak yang berarti.Gerakan ini hadir sebagai panggilan hati untuk menumbuhkan budaya peduli, kreatif, dan kolaboratif diantara santri. Kami meyakini bahwa inspirasi tidak selalu lahir dari hal besar, tetapi justru tumbuh dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan dengan ketulusan. Ketika satu orang bergerak, perubahan dimulai; ketika banyak orang bergerak, perubahan menjadi kekuatan yang tak terbendung. Great Festival melalui Satu Aksi Seribu Inspirasi bukan sekadar slogan—ia adalah gerakan yang mengajak setiap individu santri menjadi sumber cahaya di lingkungan sekolah. Melalui program green school dan literasi SMAIT Al-Multazam, gerakan ini berupaya menanamkan nilai kebaikan, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun ekosistem yang mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi sesama. Di samping itu sebagai upaya menumbuhkan kepedulian santri dan kita semua terhadap lingkungan melalui kekuatan literasi. Kami meyakini bahwa membaca tidak hanya membuka jendela dunia, tetapi juga membuka hati untuk menjaga bumi. Karena itu, kegiatan ini dirancang untuk menggabungkan dua hal penting—pengetahuan dan tindakan. Semoga hadirnya gerakan ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju komunitas yang lebih berdaya, lebih peduli, dan lebih menginspirasi. Karena pada akhirnya, perubahan besar selalu dimulai dari satu aksi kecil yang dilakukan bersama-sama.” Pemberian penghargaan kepada para juara menjadi akhir acara great festival 2025 SMAIT Al-Multazam. Salam Literasi….Mari kita membaca, menulis, dan berkarya….!Salam Green School…. Mari kita ciptakan lingkungan hijau, rapi, dan bersih…! @jurnalisweb_smaitam#

Artikel

Orang-orang Takwa Tersembunyi: Tidak Dikenal di Bumi, tetapi Termasyhur di Langit

Membina bukan berarti ingin dikenal dan merasa sayalah yang paling bisa, bukan pula merasa yang terbaik bahkan sampai berniat agar terkenal. Membina adalah sebuah amanah besar yang mesti dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Tidak hanya itu, meluruskan niat hanya semata mata ingin mendapat rido Allah Swt. merupakan hal utama yang harus tertanam dalam hati ketika kita diberikan amanah untuk membina generasi dakwah. Mungkin bagi sebagian orang ketika melakukan sesuatu atau diberikan amanah lebih tinggi dari orang lain merasa “Wah inilah saya” dengan pongahnya, dengan sombongnya menganggap diri “paling segalanya” dan mendambakan popularitas. Hal inilah yang berbahaya dan mesti diluruskan segala bentuk niat dalam hati. Jika seseorang jauh dari popularitas, maka dia akan lebih mendekatan diri kepada Allah Swt. karena kualitas keimanan dan ketakwaan seseorang akan tertanam ketika dia dalam kesendirian jauh dari keterkenalan. Mari kita mengenal dan meneladani kisah orang-orang yang memiliki ketakwaan luar biasa kepada Allah Swt. dan membiasakan melakukan kebiasaan baik yang tidak diperlihatkan di hadapan manusia serta tidak pula ingin mengejar popularitas. Secara tersembunyi, mereka melakukan hal-hal kebaikan penuh keistiqomahan sehingga membuat mereka tidak dikenal di bumi tapi dikenal di langit. “Allah menyembunyikan kekasihNya di antara manusia”, ujar ‘Umar ibn Al Khathab, “Sebagaimana Dia menyembunyikan Lailatul Qadr di antara malam-malam bulan Ramadhan.” Semua malam bulan Ramadhan memang istimewa. Tapi yang paling dahsyat adalah hadirnya yang rahasia, yang hanya dikenali dari tanda-tanda yang tak seorangpun mudah memastikannya. Orang-orang yang menetapi kewajiban kepada Allah dan menjauhi laranganNya sungguh istimewa. Merekalah orang bertaqwa, merekalah kekasihNya. Tapi kekasih Allah pun berderajat-derajat tingkatannya. Dan termasuk tingkatan yang tertinggi di antara mereka, seperti kata Sayyidina ‘Umar, adalah yang tak mudah dikenali oleh mata manusia. Merekalah Atqiya’ul Akhfiya’, orang-orang yang bertaqwa lagi tersembunyi. Mereka terkenal di langit meski diabaikan di bumi. Mereka dirindukan surga meski dikucilkan dunia. Inilah catatan penting bagi kita, bahwa orang-orang shalih yang menjadi kekasih Allah sama sekali bukanlah orang yang menonjolkan diri. Mungkin memang ada di antara mereka yang menonjol, tapi bukan sebab keinginan dirinya. Dan sungguh hati mereka juga tak pernah menyukai keterkenalan itu. Allah hanya hendak membebani mereka dengan ujian yang lebih berat berupa kemasyhuran. Maka Mu’adz ibn Jabal menangisi keterkenalannya, sebab dia disebut oleh Nabi Muhammad saw. sebagai yang paling mengerti halal dan haram dalam agama. Muhammad ibn Wasi’ berkata, “Andai dosa ada baunya, takkan ada seorangpun di antara kalian yang tahan duduk di sisiku.” Imam An Nawawi tersedu memalingkan diri, ketika digelari sebagai Muhyiddin, sang penghidup agama. Yusuf Al Qaradlawy berkata “Cukup!” dan Muhammad ibn Shalih Al ‘Utsaimin menyuruh pembawa acara diam, ketika menyebut keduanya sebagai “Al ‘Allamah”, yang amat dalam ilmunya. Kisah lain seperti Imam Ahmad bin Hanbal, beliau setiap harinya membaca Al-Qur’an dan mengkhatamkan setiap tujuh hari, dan ternyata istrinya pun tidak tahu. Manusia yang terdekat kepada hidupnya bahkan tidak tahu. Makanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memuji orang-orang yang menyembunyikan sedekahnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ “Ada tujuh orang yang akan Allah berikan naungan pada hari kiamat, dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah ‘Azza wa Jalla.” Siapa di antaranya, yaitu: رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا “Seseorang yang bersedekah lalu ia sembunyikan sedekahnya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. Pelajaran tentang ketakwaan, keimanan, dan kebaktian seseorang juga bisa dicontoh hanya dari seorang pemuda biasa bernama Uwais Al Qarni. Ia merupakan pemuda yang terkenal di langit karena keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Kisah inspiratif lainnya yakni berbaktinya Salman Al Farisi kepada ibundanya sampai membuat Rasulullah saw. menangis. Betapa tidak, di hadapan Rasulullah SAW, Salman Al Farisi menceritakan upayanya untuk memuliakan sang ibu dengan cara yang paling tidak disangka-sangka.

Artikel, Uncategorized

Quran Surat Ali Imran Ayat 101 dan 110 Warnai Apel Pagi

SMAIT Al-Multazam (17/02/2025). Telah Diselenggarakan apel pagi bersama santri dan sejumlah dewan guru. Bertempat di lapangan SMAIT walaupun sebagian area lapangan dalam keadaan basah, tetapi tidak mengurangi kehidmatan pelaksanaan apel Senin , 17 Februari 2025.  Kehadiran para peserta apel memang tidak sebanyak pelaksanaan apel apel sebelumnya. Untuk apel Senin, 17 Februari hanya dihadiri oleh kelas XI dan XII serta sebagian dewan guru. Agenda fieldtrip kelas X menjadi sebab pelaksanaan apel Senin 17 Februari tidak diikuti oleh kelas X dan dewan guru pengajar serta wali kelas.  Sebagai pembina apel Ustadzah Tri Fitriyani, S.Si. menyampaikan amanatnya untuk para peserta apel. Sebuah amanat sarat makna dan begitu mendalam disampaikan dengan hati karena berharap rido Illahi serta ngena pada sanubari. Quran surat Ali Imran ayat 110 menjadi pembukan Ustadzah Tri dalam amanatnya. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa:: كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ Arab-Latin: Kuntum khaira ummatin ukhrijat lin-nāsi ta`murụna bil-ma’rụfi wa tan-hauna ‘anil-mungkari wa tu`minụna billāh, walau āmana ahlul-kitābi lakāna khairal lahum, min-humul-mu`minụna wa akṡaruhumul-fāsiqụn Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.  Brdasarkan ayat tersebut dijlaskan bahwa untuk mencapai predikat ummat muslim terbaik di sisi Allah Swt. harus mempunyai 3 perkara diantaranya:  1) Menyeru kepada yang ma’ruf Perintah ini menjelaskan kepada umat manusia bahwa untuk mencapai predikat ummat tebaik adalah selalu menyeru pada segala yang diketahui kebaikannya menurut syariat maupun akal. “Sampaikanlah kebaikan walaupun satu ayat.” 2)Mencegah dari yang munkar  Menjelskan bahwa mencegah dari segala perkataan, perangai atau perbuatan yang bertentangan dengan syariat adalah hak yang harus dilakukan umat manusia untuk mencapai predikat umat terbaik di hadapan Allah Swt.  3)Beriman kepada Allah dan meyakini bahwa Allah tidak mempunyai sekutu. Diriwayatkan dari Durrah binti Abu Lahab, dia berkata: “Ada seorang pria berdiri di hadapan Nabi SAW, dan saat itu beliau berada di atas mimbar. Dia bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah manusia terbaik?” Nabi menjawab, “Manusia terbaik adalah yang paling bertaqwa kepada Allah, yang menyuruh kepada kebaikan, melarang dari kemunkaran, dan yang menjalin hubungan silaturahim.” Dalam musnad Imam Ahmad, Jami’ At-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, dan Mustadrak Al-Hakim dari riwayat Hakim bin Mu’awiyyah bin Haidah, dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kalian adalah penyempurna tujuh puluh umat, kalian yang terbaik dan yang paling mulia di sisi Allah “ Sekiranya ahli kitab beriman sebagaimana umat islam beriman, menyuruh yang makruf dan mencegah yang mungkar serta tidak bercerai berai dan berselisih tentang kebenaran ajaran agama Allah, tentulah itu lebih baik mereka. Ayat berikutnya yang menjadi pembuka apel pagi yakni surat Ali Imran ayat 101: O تَكْفُرُونَ وَأَنتُمْ تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتُ ٱللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُۥ ۗ وَمَن يَعْتَصِم بِٱللَّهِ فَقَدْ هُدِىَ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ Arab-Latin: Wa kaifa takfurụna wa antum tutlā ‘alaikum āyātullāhi wa fīkum rasụluh, wa may ya’taṣim billāhi fa qad hudiya ilā ṣirāṭim mustaqīm Artinya: Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Sebuah amanat yang senantiasa mengingatkan kita semua bahwa syukur tak terhingga kita panjatkan karena diciptakan Alllah Swt. Sebagai seorang muslim terbaik di hadapan-Nya. Quran surat Ali Imran menjadi motivasi hidup yang akan mewarnai hari-hari untuk jauh lebih baik guna mencapai predikat umat terbaik di hadapan Allah Swt “Quran surat Ali Imran ayat 101 dan 110 menjadi penguatan bagi kita semua untuk lebih kuat bersemangat dalam mengajak pada kebaikan dan mencegah/melarang yang munkar agar senantiasa kita bertakwa dan beriman kepada Allah Swt.” Ungkap Ustadzah Fitriyani, S.Si. mengakhiri apel pagi Senin, 17 Februari 2025.

Scroll to Top