Galeri SMAIT AM

Album Kegiatan, Galeri SMAIT AM, Kegiatan Santri, News

Doa Bersama Menuju Perubahan

Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam (13/02/2024). Ratusan santri dan mahasantri beserta ustad ustadzah tim pengajar memenuhi lapangan serbaguna. Lirihnya suara dalam lantunan doa dan solawat menambah suasana khidmat penuh rasa dan cinta. Keyakinan hati akan kekuasaan Sang Pencipta begitu tertanam dalam sanuabari. Ya Robb… Kabulkanlah harapan dan keinginan kami menuju sebuah perubahan. Jelang pelaksanaan pemilihan umum capres dan cawapres 2024 segenap civitas akademika Al-Multazam menggelar doa bersama. Sebuah doa yang dilantunkan penuh khusuk dan deraian air mata penuh pengharapan. Diawali pelaksanaan salat duha, zikir, solawat, dan doa yang dipimpin oleh Ustad Adin Nurhaedin, Lc. selaku imam pada pelaksanaan agenda hari ini, doa bersama berjalan lancar dan kondusif penuh kekhusukan. Tak ada kata selain ucapan Syukur penuh harap akan sebuah kemenangan dan tentunya keridoan dari Allah Swt. Semua ucap Syukur dan doa dipersembahkan untuk Indonesia menuju perubahan nyata. Perubahan yang jauh lebih baik dan senantiasa mendapat berkahnya Allah Swt. Amiin… semoga.

Album Kegiatan, Galeri SMAIT AM, Jejak Alumni, Kegiatan Santri, News

Gebyar Edu Fair 2024, Sejumlah Kampus Ternama Presentasi di Hadapan Santri

SMAIT Al-Multazam (26/01/2024). Telah dilaksanakan sebuah agenda yang menjadi salah satu program Timses kelas XII yakni Edu Fair. Dengan mengusung tema “Choose The Right One, To The Best One”, dan melibatkan kepanitiaan para alumni, diharapkan adanya jalinan sinergi harmonis antara pondok atau sekolah dengan para alumni. Gebyar Edu Fair  2024 menjadi satu agenda yang sangat ditunggu oleh santri terkhusus  kelas XII karena melalui agenda ini pengetahuan mereka tentang kampus akan lebih terbuka. Hari pertama, Jumat, 26 Januari, menjadi acara awal gebyar Edu Fair 2024 diselenggarakan. Dihadiri oleh sejumlah universitas baik negeri maupun swasta, Alhamdulillah acara hari pertama Edu Fair berjalan lancar tanpa kendala. Walaupun susunan waktu yang sudah disusun belum sesuai dengan jadwal di lapangan, tetapi semua dapat teratasi atas bantuan dan berjibakunya para panita. Ustadzah Iis Roisyatul Umah, M.Pd. mengatakan bahwa agenda Edu Fair 2024 sudah dibicarakan jauh sebelum Januari. Hal ini dilakukan agar kegiatan Edu Fair terlaksana dengan sempurna tanpa kendala berarti. Hari pertama Edu Fair dibuka oleh Ibu Kepala Sekolah, Ustadzah Nina Herlina, M.Pd. Beliau banyak menyampaikan amanah yang mampu mengingatkan dan menguatkan santri untuk menyimak dengan saksama ilmu perkuliahan atau perkampusan yang akan disampaikan oleh para presentator dari masing-masing universitas. Kehadiran para presentator dari masing-masing kampus begitu berharga buat kami. Di sela liburan kuliah para presentator yang ternyata didominasi oleh para alumni pondok, mereka menyempatkan dan memprioritaskan untuk hadir memenuhi undangan kami. Gebyar Edu Fair 2024 hari pertama menghadirkan sejumlah pembicara dari 15 kampus, seperti UNPAD, ITB, UNSOED, UMY, UB, UI, Politeknik Statistika STIS, Telkom, UNDIP, UPI, UNNES, UNY, POLBAN, STIQ, dan UGM. Mereka yang hadir adalah para alumni pondok, dengan retorika berbicara, para alumni menyampaikan banyak informasi untuk santri. Antusias santri pun begitu tampak jelas menyimak hingga acara selesai dan 15 kampus pamit undur diri. Waktu adalah solusi, maka semuanya memang berkaitan dengan waktu karena ketika keinginan dan harapan belum terkabulkan, maka bersabarlah, ini hanya tentang waktu. Diamond, yakinkan bahwa kampus impian akan segera kalian masuki dengan mudah. Bersabar dan lalui proses dengan sempurna.

Album Kegiatan, Galeri SMAIT AM, Kegiatan Santri, News

Detik-Detik Sidang Munaqosyah Santri Kelas XII SMAIT Al-Multazam

SMAIT Al-Multazam (24/01/2024). Waktu dengan tanggal dan tahun cantik ini menjadi Sejarah yang berkesan bagi santri kelas XII. Pasalnya, hari itu mereka akan diuji baik pengetahuan maupun mental melalui makalah oleh para penguji yang notabene guru-guru profesional di bidang penulisan karya tulis ilmiah. Sidang munaqosyah sendiri merupakan program pondok yang sudah berjalan beberapa tahun lamanya mulai dari angkatan 5 sampai sekarang. Sidang munaqosyah ini dikhususkan untuk santri kelas XII sebagai salah satu syarat kelulusan. Melalui proses bimbingan yang cukup lama yakni 3 bulan, saatnya santri mampu mempertanggungjawabkan karya yang telah ditulis di hadapan para penguji. Jelang sidang munaqosyah tentunya berbagai macam persiapan, Latihan, dan bimbingan dari para guru dan pembimbing makalah mereka lakukan. Keinginan terbesar mereka adalah bisa menjadi pemakalah sekaligus presentator terbaik yang tentunya mampu menulis karya dengan baik dan mempertanggungjawabkan melalui presentasi di hadapan penguji dengan sempurna serta menarik penuh trik. Sebuah harapan besar dan mulia  tentunya pula harus dibarengi dengan usaha dan kekuatan doa dari orang-orang tercinta. Maka jauh sebelum pelaksanaan munaqosyah, harapan dan permohonan doa terbaik dari orangtua, guru, dan teman-teman seangkatan bahkan adik kelas menjadi kekuatan terbesar untuk santri kelas XII. Detik-detik munaqosyah, berbagai rasa bak permen nano-nano terasa begitu tajam. Mulai dari perut mules, lemas, tangan dingin, kepala pusing dan tiba-tiba mual menjadi rasa yang sulit dikendalikan. Detik munaqosyah memang benar berkesan. Menunggu giliran menjadi semakin tak karuan. Namun semua memang harus dilewati tanpa mengeluh apalagi menyerah. Sejumlah penguji pun tentunya memberikan dukukngan dan doa untuk kesuksesan santri kelas XII dalam sidang munaqosyah. Tidak hanya dukungan, tetapi penguatan mental, penambahan pengetahuan dan wawasan diberikan para penguji pada saat menguji isi karya makalah santri. Dalam hal ini santri kelas XII dituntut untuk belajar bagaimana berkarya dengan baik dan berbicara penuh santun di hadapan orang tua—guru. Penguji bukan untuk ditakuti apalagi tidak, melainkan untuk dihormati karena mereka, para penguji mempunyai segudang ilmu yang harus ditransfer kepada generasi penerus negeri. Detik-detik sidang munaqosyah menjadi pengalaman penuh kesan bagi santri. Sebuah pengalaman yang mungkin tidak akan terulang. Namun semua adalah proses yang mesti dijalani dan dilewati oleh mereka. Proses dan pengalaman menarik yang tentunya akan menambah motivasi mereka untuk bisa berkarya jauh lebih baik dari sekarang. Tentunya semua atas bimbingan para pembimbing makalah, dewan guru, dan ilmu pengetahuan yang diberikan para penguji. Tidak lupa yang paling maha memberikan pengetahuan lebih untuk mereka adalah, Allah Swt. ‘Angkatan Diamond yakin kalian bisa, selamat berjuang.’

Galeri SMAIT AM

Beginilah Kami Peringati Hari Batik Nasional

Tak ada yang berbeda ketika seseorang merayakan suatu peristiwa sejarah. Namun inilah kami, tim pengajar SMAIT Al-Multazam yang memperingati hari batik penuh semangat dan kekompakan. Melalui media foto seseorang dapat berekspresi. Melalui gambar makna visualisasi akan tersampaikan dengan baik. Lihatlah gaya kami ketika mengenakan batik kebesaran SMAIT Al-Multazam dan tentunya menyimpan cerita sejarah. Corak dan style kekinian dari batik yang kami kenakan menjadi ciri khas bahwa kecintaan kami pada batik begitu tertanam dalam sanubari.Keindahan yang terpancar dari keceriaan ekspresi seolah tanpa beban. Kerapian yang tergambar dari kostum bermotif batik unik menjadi kekuatan akan cintanya kami pada produk asli Indonesia. Batik yang membudaya dan melegenda. Motif batik bunga menjadi satu ciri keindahan yang terpancar dan tervisualkan oleh bunga-bunga yang kami pegang dalam dekapan. Corak warna coklat, krem, kuning, dan hitam seolah menjadi perpaduan warna berkarakter yang menggambarkan kekaleman, keanggunan, kecekatan, dan keceriaan serta kekuatan ukuwah.SMAIT AL-Multazam! JUARA!

Galeri SMAIT AM

Semarak Gelar Seminar Anti Bullying

SMAIT Al-Multazam (21/08/2023). Dalam rangka menciptakan kerukunan antarwarga sekolah dan menumbuhkan karakter santri dalam berbudi pekerti luhur, SMAIT Al-Multazam menggelar sebuah acara yang tak biasa yakni seminar anti bullying. Dihadiri oleh Mudir Mahad Al-Multazam, Ustad Badrudin, Lc. sekaligus membuka acara seminar, Ibu Kepala Sekolah, Ustadzah Nina Herlina, M.Pd. dan sejumlah dewan guru serta seluruh santri SMAIT Al-Multazam, acara berlangsung kondusif dan menarik. Bertempat di Masjid Pondok membuat acara semakin kondusif dan terkendali. Hal ini tentunya berpengaruh pada proses penyampaian materi dan pemahaman materi yang mampu membuka wawasan hadirin terkait bullying. Melalui sosok muda, cantik, dan enerjik, dengan pemaparan materi yang dikemas secara menarik, dr. Agraini, Sp. KJ., MM. Kes. menyampaikan bahwa Jika seseorang pernah melakukan atau merasakan ejekan, permusuhan, atau pukulan, itu artinya seseorang tersebut pernah menjadi pelaku atau bahkan menjadi korban bullying. dr. Agraini menyebutkan bahwa ada beberapa jenis bullying diantaranya pertama bullying verbal, contoh di dalamnya seperti mengancam, memfitnah, mengejek dengan menggunakan kata-kata yang tidak baik kepada orang lain. Kedua bullying Relasional yaitu segala bentuk tindakan untuk mengasingkan seseorang dari sekelompoknya. Ketiga bullying fisik seperti memukul, menampar, mendorong, mencubit, atau segala sesuatu yang menggunakan fisik. Dokter menjelaskan bahwa ada beberapa peran dalam bullying, diantaranya pertama sebagai Bullies (pelaku). Ciri dari tipe ini adalah seseorang dengan tingkat percaya diri tinggi, secara fisik kuat, menikmati agresivitas, merasa aman dan biasanya populer. Jika ada dalam kelompok atau geng tipe ini lebih mendominasi. Selanjutnya pelaku bullying tipe pencemas, akan terlihat pada akademik lemah, kurang populer, kurang merasa aman. Maka tipe pencemas ini merupakan korban bullying sehingga sikapnya lebih agresif, impulsif, dan sulit berempati. Dampak dari peran sebagai pelaku bullying maka mereka tidak konsentrasi belajar (pikirannya lebih banyak untuk mengincar dan merencanakan tindakan berikutnya), dewasa bahkan lebih parahnya menjadi pelaku criminal. Kedua sebagai Victim (korban). Ciri atau tipe peran yang kedua ini tampak terlihat pada fisik yang berbeda, sulit bersosialisasi, pendiam, menarik diri sehingga selalu merasa takut, cemas, depresi, dan trauma. Dampak yang ditimbulkan atau yang dirasakan sebagai korban bullying tidak percaya diri, trauma, malu, cemas, takut, sakit secara fisik dan psikologis, depresi sehingga dapat menyebabkan gangguan jiwa. Peran ketiga yakni sebagai Bully-victim (terlibat dan korban),tipe peran ini terlihat dari pengaturan emosi buruk dan kesulitan dalam akademis. Peran keempat sebagai Bystander (saksi), mereka yang menjadi saksi perbuatan bullying akan merasa takut menjadi korban berikutnya (terancam), merasa bersalah, prestasi menurun (sulit fokus karena tertuju pada cara menghindari target bullying). Berdasarkan beberapa hal di atas maka untuk menghindari bullying harus tertanam pada diri seseorang yakni percaya diri, tenang, jangan terpancing, jangan menyerah, lakukan perlawanan, berteriak dan lari serta laporkan pada teman, orang tua, guru, pihak berwajib. Kepada para pelaku yang harus dilakukan adalah menegur pelaku, katakan salah, dan untuk korban lakukanlah pembelaan, sementara untuk saksi amankan teman atau laporkan kepada yang berwenang. Dengan demikian maka cegahlah bullying sejak dini dan dari sekarang dengan cara: Mengembangkan budaya pertemanan yang positif. Ikut serta menegakkan aturan sekolah terkait bullying. Ikut membantu teman yang menjadi korban. Stop bullying. Saling mendukung. Memahami dan menerima perbedaan tiap individu. Merangkul teman yang menjadi korban bullying. Sering memberi nasihat Mampu diajak bekerjasama Menerima apa adanya Jujur, dan Tidak berkata kasar. Sementara beberap hal yang harus dilakukan oleh satuan pendidikian yakni diadakannya layanan pengaduan (aman dan rahasia terjaga), komunikasi aktif antara siswa, orangtua dan guru, kebijakan anti bullying (dibuat bersama siswa), bantuan bagi siswa yang menjadi korban, menjadi teladan bagi para siswa (stop kekerasan, berperilaku positif), dan dibuatkan program anti bullying. Sebagai landasan hukum mengenai perbuatan bullying Undang-undang Perlindungan Anak menjelaskan dalam Pasal 76C UU No. 35 Th. 2014 bahwa “Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap Anak”. hukuman pidana : 3 tahun 6 bulan /denda Rp 72 juta. Semantara  Hukum Cyber Crime menjelaskan bahwaUndang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 [3] “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”, maka hukuman baginya pidana 6 tahun dan denda paling banyak 1 miliar. Dengan demikian maka pentingnya baik keluarga, sekolah, masyarakat maupun lembaga instansi untuk menghilangkan bullying diantara sesama teman dan rekan kerja. Stop bullying, tidak boleh bergeming apalagi tergiur oleh iming-iming sehingga menjadikannya “miring”. Pemaparan materi luar biasa yang mampu membuka pikiran dan wawasan santri serta dewan guru dalam memahami makna dan dampak bullying dalam kehidupan sosial. Sebagai penguat di akhir acara perwakilan santri kelas X, XI, dan XII SMAIT Al-Multazam diminta untuk menjadi pelopor dan mendeklarasikan anti bullying melalui orasi dan tandatangan mereka di atas surat perjanjian. Tentunya orasi dan tandatangan yang tertulis akan menjadi bukti bahwa Al-Multazam not bullying. Bukti hitam di atas putih pun diperkuat oleh tandatangan Ibu Kepala Sekolah Ustadzah Nina Herlina, M.Pd. dan Wakil Bidang Kurikulum, Ustadzah Yusi Pujuwarastuti, S.Sos. Lengkap sudah semarak seminar Anti Bullying yang diselenggarakan oleh SMAIT Al-Multazam. Semua tersenyum, semua bahagia, dan semua merasa lega dalam ukuwah indah tanpa cela.

Galeri SMAIT AM

Pagi Hari dalam Sambut Santri

‘Awali aktivitasmu dengan niat, hiasi harimu dengan senyum dan semangat’. Kalimat itulah yang tercermin pada keseharian santri SMAIT Al-Multazam dalam menjalani hari-hari mereka di pondok. Pagi hari kegiatan pondok menanti. Mulai qiamul lail, tilawah, murojaah atau juga ada yg jiadah menambah hafalan, Shalat subuh berjamaah, matsurot hingga sarapan bersama kemudian membereskan kamar menjelang berangkat sekolah. Semua aktivitas tersebut mewarnai keseharian mereka di pondok. Tepat waktu sekolah tiba, para ustadzah telah menunggu mereka di lokasi tepat santri memasuki area sekolah. Senyuman merekah yang diekspresikan dan kehangatan sikap yang ditunjukan para ustadzah memberikan motivasi tersendiri bagi santri dalam menjalani aktivitas keseharian di sekolah terutama ketika proses pembelajaran. Senyuman, kehangatan, dan sapaan singkat yang dilontarkan para ustadzah menjadi bentuk perhatian yang tak terkira dan bernilai tinggi bagi santri. “Assalamualaikum Teteh solihah… selamat pagi semuanya… Bagaimana kabarnya… Selalu sehat dan semangat ya…, jangan lupa sarapannya ya… “. Perkataan doa yang terlontar dari para ustadzah menjadi satu kekuatan besar bagi santri dalam mengawali aktivitas keseharian di sekolah terutama ketika proses pembelajaran di kelas. “Teteh… mana seragamnya?, akan terlihat lebih rapi dan cantik kalau rambutnya tidak terlihat…, eh…kukunya belum dipotong? Yu Ibu bantu bersihin kukunya…”. Kalimat-kalimat teguran yang dilontarkan menjadi satu pengingat kebaikan dan bentuk perhatian para Ustadzah akan kondisi santri. Sambut santri di pagi hari menjadi agenda rutin SMAIT Al-Multazam. Agenda ini bertujuan untuk menumbuhkan kedisiplinan santri, membudayakan santri untuk menerapkan senyum, sapa, salam, sopan, dan santun (5S) dalam keseharian baik di pondok maupun di sekolah. “Senyummu membawa kebahagiaan, sapamu menunjukan kepedulian, salammu adalah sikap ketakzimanmu kepada guru serta sopan santunmu mencerminkan karakter santri yang sebenarnya.” Betapa banyak kata-kata (nasihat) telah menghidupkan kembali harapan dan membuka kesadaran, maka jaganlah engkau pelit melakukannya karena kata-kata (nasihat) yang baik adalah sedekah (Dr. Khalid Al Mushlih)

Scroll to Top