Sebuah selogan penuh arti dari sang pembina upacara bendera Senin, 31 Januari 2022. Ustadzah Iis Roisyatul Umah, M.Pd., dalam pidatonya sebagai pembina upacara menyampaikan banyak hal. Tentunya hal ini menjadi sebuah ilmu pengetahuan bagi seluruh peserta upacara. Sebuah pengetahuan lengkap yang dipadukan antara ilmu agama dengan dunia. Tanggal akhir di bulan Januari menjadi waktu bermutu buat peserta upacara, terutama santri.
Penjelasan demi penjelasan terkait satu pertanyaan yang diajukan pembina membuat santri lebih memahami tentang tujuan hidup manusia diciptakan Allah Swt. Beribadah dan sebagai khalifah di muka bumi menjadi topik pembahasan yang disampaikan pembina upacara. Beribadah salah satunya melakukan amal sholeh yang diwujudkan sebagai contoh pelaksanaan shalat 5 waktu beserta sunnahnya. Sementara khalifah, Ustazah Iis menyampaikan bahwa manusia diciptakan Allah Swt. Sebagai penerus untuk melahirkan penerus berkelanjutan yang lebih baik. Maka melalui perwujudan kemandirian seorang santri harapannya mampu menciptakan keberanian mereka dalam bertindak tentunya sesuai dengan ajaran agama dan asunnah. Dengan demikian maka kekhalifaan manusia di dunia menjadi amanah bersama dalam menapaki kehidupan.
Sesungguhnya Allah tidak melihat kecsntikan luarmu, bentuk tubuhmu, tidak pula jabatan atau kekayaanmu, tetapi Ia melihat Hati dan Amal Perbuatanmu
(HR. Thabrani).