SMAIT Al-Multazam

Pena Santri Menembus Batas, Sukses Masuk 20 Besar Finalis Cerpen Terbaik Kemendikdasmen Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

SMAIT Al-Multazam (24/06/2026). Melalui ajang Kompetisi Literasi Nasional, kembali santri SMAIT Al-Multazam menorehkan kabar membanggakan. Siti Maemunah kelas XII, berhasil masuk dalam 20 finalis cerpen terbaik Anugerah Literasi ORBIT Edutech. Prestasi tersebut  menjadi bukti bahwa santri selain aktif dalam kegiatan keagamaan dan pembelajaran di lingkungan pesantren, pun juga mampu mengembangkan potensi di bidang literasi dan kepenulisan.

Dalam lomba tersebut, Siti Maemunah yang akrab dengan sebutan Mae, mengikutsertakan karya cerpennya berjudul “Gema Napas yang Menemukan Jalannya”. Cerpen tersebut berhasil menarik perhatian dewan juri dan mengantarkan karyanya masuk dalam jajaran 20 cerpen terbaik dari berbagai peserta yang mengikuti kompetisi.

“Titik balik perlahan merayap naik ketika Rania menginjak kelas sembilan. Di atas reruntuhan trauma, rasa sakit, dan ketakutan yang masih membekas di ingatan, ia mencoba menyalakan kembali sebersit cahaya kecil di dalam dada: Rania memberanikan diri untuk menulis. Ia mulai memuntahkan segala sesak di kepala, kepedihan masa lalu, dan keheningan emosional ke dalam bait-bait kalimat yang jujur. Dan ajaibnya, untuk pertama kalinya dalam hidup, sebuah karya tulis Rania berhasil lolos kurasi dan diterbitkan di dalam sebuah buku antologi sekolah. Meski kecil dan sederhana di mata orang lain, itu adalah bukti nyata bahwa suaranya dan jiwanya belum sepenuhnya padam dan ia masih memiliki tempat di dunia ini.”

Kutipan cerpen di atas, membukatikan bahwa bagi Mae, menulis bukan sekadar menuangkan kata-kata di atas kertas. Melalui cerita, ia dapat menyampaikan gagasan, pengalaman, serta pesan positif kepada para pembaca. Kesempatan mengikuti Kompetisi Anugerah Literasi Nasional ini juga menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar dan mengasah kemampuan menulis.

“Menjadi finalis bukanlah akhir, tetapi langkah awal untuk terus belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik,” demikian semangat yang ingin terus ditanamkan dalam budaya literasi di lingkungan [SMAIT Al-Multazam].

Selamat kepada Siti Maemunah atas pencapaiannya. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya, menginspirasi, dan membawa nama baik sekolah/pondok di berbagai ajang berikutnya.

Santri berkarya, santri menginspirasi!

Scroll to Top