
SMAIT Al-Multazam menggelar doa bersama untuk santri kelas XII Angkatan Nominal menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 26–29 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Multazam, Sabtu (24/10/2026), ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk mempersiapkan santri menghadapi ujian.
Kegiatan diawali dengan salat Duha yang dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Al-Multazam, KH. Badrudin, Lc., kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Acara dilanjutkan dengan sambutan dan taujih dari Mudir Ma’had serta Kepala SMAIT Al-Multazam, Ustzh. Nina Herlina, M.Pd.

Dalam taujihnya, KH. Badrudin mengingatkan para santri agar menghadapi ujian dengan menguatkan hubungan kepada Allah SWT, selain tetap melakukan persiapan akademik secara maksimal. Ia mengangkat kisah Nabi Yunus AS yang memanjatkan doa ketika berada dalam kesulitan sebagai pelajaran tentang pentingnya mengakui keterbatasan diri dan memohon pertolongan Allah.
Menurutnya, manusia tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan logika ketika menghadapi persoalan. Ikhtiar perlu disertai keyakinan kepada Allah SWT, doa, dan tawakal.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Selain memohon ampun kepada Allah, para santri diharapkan bersedia meminta maaf atas kesalahan kepada orang tua, guru, maupun teman.
“Untuk menyelesaikan ujian, yang pertama harus dilakukan adalah menguatkan hubungan kepada Allah SWT,” demikian pesan utama yang ditekankan dalam taujih tersebut.

Sementara itu, Kepala SMAIT Al-Multazam, Ustzh. Nina Herlina, M.Pd., menyampaikan bahwa doa bersama merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk mengantarkan santri kelas XII menghadapi TKA. Beliau mengingatkan bahwa persiapan ujian harus dilakukan melalui kesungguhan belajar, doa, dan tawakal.
“Tugas kita hanyalah memaksimalkan ikhtiar, memanjangkan doa tanpa batas, dan tawakal tanpa cemas,” ujar Ibu Kepala Sekolah dalam sambutannya.
Beliau menegaskan bahwa hasil yang diperoleh perlu diiringi usaha yang sepadan. Karena itu, persiapan akademik idealnya dilakukan sejak kelas X dan XI agar santri memiliki pemahaman materi yang lebih matang ketika memasuki kelas XII.
Selain itu, Ibu Kepala Sekolah juga menjelaskan bahwa TKA menjadi salah satu tahapan yang perlu dipersiapkan secara serius, terutama bagi santri yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Meski demikian, beliau mengingatkan bahwa TKA bukan akhir dari perjuangan karena masih terdapat jalur seleksi dan kesempatan lain untuk melanjutkan pendidikan. Di samping belajar, menurut beliau santri harus menjaga hubungan baik dengan orang tua, guru, dan teman. Menurutnya, doa serta keridaan Allah SWT menjadi hal penting yang perlu diupayakan dalam setiap langkah perjuangan.





Rangkaian kegiatan ditutup dengan mushafahah, yakni saling bersalaman dan bermaafan antara santri kelas XII Angkatan Nominal dengan para guru serta adik kelas XI dan X. Momen ini menjadi bentuk dukungan moral sekaligus ungkapan kebersamaan keluarga besar SMAIT Al-Multazam menjelang pelaksanaan TKA.
Melalui kegiatan tersebut, para santri diharapkan dapat menghadapi TKA pada 26–29 Oktober 2026 dengan kesiapan akademik, ketenangan hati, dan keyakinan kepada Allah SWT. Doa bersama ini sekaligus menegaskan bahwa persiapan menghadapi ujian tidak hanya bertumpu pada usaha belajar, tetapi juga pada penguatan spiritual dan hubungan baik dengan sesama.


