
SMAIT Al-Multazam (25/02/2026). Suasana sekolah tampak berbeda dari biasanya. Lorong sekolah yang umumnya dipenuhi canda dan tawa berubah menjadi lebih tenang. Santri kelas XII melangkah dengan penuh kesiapan. Buku ditangan untuk dibaca, catatan materi untuk kembali dipelajari dan dipahami. Tidak lupa doa dalam pelaksanaan Shalat Duha bersama mereka panjatkan penuh khusuk. Hari itu menjadi momen penting: dimulainya Asesment Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ).
Bagi santri kelas XII, ASAJ bukan sekadar ujian akademik. Ujian ini menjadi penutup perjalanan tiga tahun di bangku SMA sekaligus penentu langkah berikutnya. Berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari, mulai dari mengikuti bimbingan tambahan, membentuk kelompok belajar, hingga saling memberi dukungan untuk menjaga semangat.
“Rasanya campur aduk, tegang tapi juga lega karena ini tahap terakhir,” ungkap salah satu santri kelas XII.

Pelaksanaan ASAJ dipersiapkan secara matang oleh pihak sekolah. Penyusunan jadwal, kesiapan ruang ujian, hingga pengawasan dilakukan dengan tertib demi memastikan ujian berjalan lancar, jujur, dan kondusif. Sekolah memandang ASAJ bukan hanya sebagai evaluasi hasil belajar, tetapi juga sebagai refleksi pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab seluruh santri.
Di sela-sela ujian, suasana kebersamaan tetap terasa. Santri saling menyemangati sebelum memasuki ruang ujian dan berbagi cerita setelahnya. Momen-momen sederhana ini menjadi kenangan berharga menjelang akhir masa sekolah mereka. Kini, setelah lembar jawaban terakhir dikumpulkan, rasa lega mulai menyelimuti. Namun lebih dari itu, tersimpan harapan besar akan hasil terbaik dan kelulusan yang membanggakan.
Asesment Sumatif Akhir Jenjang mungkin menjadi akhir dari satu fase perjalanan. Namun bagi santri kelas XII SMAIT Al-Multazam, ini adalah awal dari langkah baru menuju masa depan yang lebih luas, membawa keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan tidak pernah sia-sia.