SMAIT Al-Multazam

Prestasi

Prestasi

Berkarya Atas Nama Cinta

Karya tercipta dari mereka yang punya cita. Karya terlahir dari mereka yang punya kekuatan rasa. Dan, karya terbentuk dari mereka yang punya ketulusan cinta. Cinta tidak untuk dimiliki, tetapi cinta hanya mampu dirasakan. Cinta lahir dari hati bukan ilusi apalagi imitasi. Cinta bukan sebuah keterpaksaan, melainkan dia hadir dari keyakinan. Dan, cinta bukan unsur ketidaksengajaan, melainkan karena dirasakan. Maka atas nama kekuatan rasa sebuah karya akan tercipta secara sempurna. Memang berkarya tidaklah mudah semudah membalikan telapak tangan. Namun dengan Kemauan, Keuletan, dan Ketulusan serta Kekuatan rasa maka siapa pun dapat dengan mudah menghasilkan sebuah karya. Tentunya bukan hanya 4 ‘K’, yang sudah disebutkan, melainkan butuh sebuah Kesabaran dalam berproses. Maka dengan kelima ‘K’ tersebut yakinkan bahwa berkarya akan terasa ringan dan mungkin merasakan kemudahan. Adalah sosok berparas cantik, Azkiya Nasywa Kamila yang memiliki kekuatan cinta untuk terus berkarya. Kesibukan tidak menjadi beban, masa liburan sekolah bukanlah penghalang. Satu prestasi mampu ditorehkan dan tentunya membanggakan. Menjadi salah satu terpilih dari sekian banyak peserta lomba se-Nasional sebagai “Duta Generasi Hijau Jawa Barat 2022”. Sebuah persembahan prestasi luar biasa yang tentunya tidak mudah untuk mendapatkannya. Melalui beberapa tahap salah satunya pembuatan video kampanye kesehatan lingkungan dan penulisan short esai, akhirnya mampu meraih prestasi sebagai Delegasi Duta Generasi Hijau 2022 bersama 12 peserta dari sekolah lain mewakili Jawa Barat. Kekuatan cinta hal nyata terciptanya sebuah karya. Kesabaran berproses menjadi bukti keberhasilan meraih prestasi. Maka atas nama cinta semua karya dan rasa syukur diberikan kepada Maha Pemberi Cinta, Allah Swt.

Prestasi

Bukti Prestasi Melalui Apresiasi

SMAIT Al-Multazam (28/22). Telah dilaksanakan pemberian apresiasi kepada sejumlah santri berprestasi dalam mengikuti perlombaan baik akademik maupun nonakademik. Pemberian apresiasi ini menjadi prioritas kami dalam menghargai usaha santri atas waktu yang mereka berikan demi mengharumkan nama lembaga. Melalui waka kesiswaan, Ustadzah Tri Fitriyani, S.Si beserta tim, pemberian apresiasi berjalan lancar dan menjadi kejutan untuk santri karena dilaksanakan setelah shalat duha. Sebuah doa yang langsung dikabulkan Allah Swt. setelah santri melaksanakan shalat duha bersama. “Masya Allah nikmat-Mu yang manakah yang hamba dustakan”. Harapan dengan pemberian apresiasi ini tidak lantas membuat santri merasa puas, berhenti berkarya dan menurun semangat berkompetisi. Namun mampu menjadikan santri lebih semangat belajar, berlatih, dan hal yang utama menjadikan lebih dekatnya mereka kepada Maha pemberi rejeki yakni Allah Swt. Karena pada hakikatnya kecerdasan, keterampilan, kemampuan, dan capaian hasil memuaskan, semua bersumber serta pemberian dari Allah Swt. Pada akhirnya hanya ucapan selamat dan teruslah berjuang untukmu santri akhwat SMAIT Al-Multazam, jangan berhenti berkarya dan berkompetisi demi satu tujuan yakni mendapatkan rido Allah Swt. dan keberkahan ilmu yang sudah didapat. tim

Prestasi

Duta Kompetisi Sain Nasional SMAIT Al-Multazam 2022

Menyandang kata duta tidaklah mudah semudah membalikan telapak tangan. Menamai seseorang dengan kata duta membutuhkan sebuah proses panjang. Proses yang bukan hanya sekadar proses biasa dan mudah dijalankan, melainkan sebuah proses yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Perjuangan fisik, materi, dan pikiran dikerahkan demi satu tujuan. Pengorbanan waktu menjadi sebuah tantangan besar bagi mereka dalam menyandang kata ‘duta’. Maka inilah sepenggal proses duta KSN SMAIT Al-Multazam. Berawal dari sosialisasi, pendataan, dan penguatan melalui training motivasi menjadi bagian dari program tim KSN SMAIT Al-Multazam. Seleksi menjadi rangkaian utama dan akhir dalam menghasilkan duta KSN pilihan, sehingga didapatkan 48 duta KSN SMAIT Al-Multazam 2022. Tidak hanya sampai di sana, pelaksanaan Try Out pertama, Maret 2022 menjadi satu proses guna melihat kompetensi yang dimiliki para duta KSN terpilih. Selesai try Out, bimbingan intensif pun dilakukan agar para duta KSN SMAIT fokus dan siap berkompetisi di tingkat berikutnya. Dalam acara pembukaan kegiatan bimbingan intensif duta KSN SMAIT Al-Multazam, Mudir Ma’had KH. Adin Nurhaedin, Lc., M.Pd. menyampaikan bahwa “Manfaatkan kesempatan ini dengan baik, ambilah ilmu dan pengalaman dari semua pemateri. Setelah kalian merasa sudah memiliki pengetahuan lebih maka jangan pernah ada sifat sombong. Keberkahan ilmu pengetahuan akan dirasakan oleh orang-orang yang tawadhu.” Satu pekan masih di bulan Maret bimbingan intensif bersama tim RSI (Rumah Sains Indonesia) dilalui duta KSN terpilih yang terdiri dari kelas X dan XI SMAIT Al- Multazam. Akhir dari rangkaian bimbingan intensif duta KSN, kembali dilaksakan training motivasi untuk lebih memotivasi para duta dalam mempersiapkan kompetisi di tingkat lebih tinggi.

Prestasi

Apresiasi Santri Berprestasi

Senin, 14 Februari menjadi hari berbeda bagi santri. Hari ketika mereka harus mengenang kembali suka duka perjuangan dalam meraih sebuah prestasi melalui kompetensi yang dimiliki. Bersaing secara sehat menjadi salah satu perjuangan yang mereka lalui tentunya dengan kisah mengharu biru di dalamnya. 2021 menjadi kenangan bagi santri dalam mempertahankan sebuah peringkat kelas. Pertahanan melalui perjuangan dan pengorbanan serta doa yang tak henti-hentinya dipanjatkan berbuah manis semanis kisah mereka. Peringkat kelas menjadi salah satu ukuran keberhasilan santri melalui proses pembelajaran di sekolah. Sehingga dari peringkat inilah apresiasi tinggi diberikan sekolah kepada mereka yang berprestasi. Peringkat kelas mulai dari 1, 2, dan 3, juara umum hingga juara boarding menghiasi Senin pagi bersama santri. Hal yang paling menakjubkan tatkala kesiswaan Ustadzah Tri Fitriyani, S.Si mengumumkan pemberian penghargaan kepada para penghafal Al-Quran yang mampu tasmi 5 juz dalam satu kali duduk. Masya Allah… Maha suci Allah karena atas izinNya memberikan kelebihan serta kecerdasan ingatan kepada santri penghafal Al-Quran. Buah dari keikhlasan, keistiqomahan, dan ketulusan berujung pada ketercapaian targetan yang diinginkan. “Banyak yang berjuang di jalan Allah dan Rasulullah, akan tetapi yang paling dicintai Allah adalah yang paling tulus.” (Buya Yahya) Tidak hanya itu, apresiasi pun diberikan sekolah kepada santri dalam kejuaraan lomba dan literasi. Sebuah kejuaraan yang tidak mudah didapatkan layaknya membalikan telapak tangan. Pengorbanan dan perjuangan demi tercapainya kesempurnaan dalam mengikuti semua jenis perlombaan tentunya sangat dibutuhkan. 14/02/2022*tim

Scroll to Top