SMAIT Al-Multazam

News

News, Uncategorized

Di Balik Kesunyian Ruang Ujian, Ada Harapan dan Perjuangan

SMAIT Al-Multazam (8/06/2026). Suasana berbeda tampak di sejumlah ruang kelas. Deretan meja yang biasanya menjadi tempat diskusi dan pembelajaran kini berubah menjadi arena konsentrasi. Santri kelas X dan XI terlihat fokus mengerjakan soal demi soal dalam pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT), sebuah agenda akademik yang menandai berakhirnya proses pembelajaran selama satu tahun ajaran. Bagi sebagian santri, SAT mungkin identik dengan lembar soal, angka, dan hasil penilaian. Namun di balik itu, terdapat cerita tentang perjuangan, kedisiplinan, dan proses belajar yang telah mereka jalani selama berbulan-bulan di sekolah. Sejak Kamis pekan kemarin, sekolah melaksanakan penilaian Sumatif Akhir Tahun (SAT). Dan pagi ini para santri datang lebih awal ke sekolah. Di lapangan usai sholat Duha bersama, seluruh santri terlihat membuka catatan, belajar, dan berdiskui bersama mempelajari materi yang akan diujikan. Pelaksanaan SAT tidak hanya menjadi alat ukur capaian akademik, tetapi juga menjadi momentum bagi santri untuk menguji kemampuan mengelola waktu, menjaga fokus, serta membangun rasa percaya diri. Berbagai materi yang telah dipelajari sepanjang tahun kembali diingat dan diterapkan dalam menjawab soal-soal ujian.

News, Uncategorized

Meneladani Nilai-Nilai Pancasila, Jadi Momentum Penguatan Karakter Santri dalam Pelaksanaan SAS

SMAIT Al-Multazam (1/06/2026). Suasana apel pagi di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam berlangsung dengan penuh semangat. Dihadiri oleh sejumlah dewan guru dan santri SMP, SMA, pelaksanaan apel pagi terasa begitu khidmat. Di bawah naungan tenda yang masih berdiri kokoh, kami berbaris rapi bak para pejuang yang siap berjihad.  Tepat hari ini, Senin, 1 Juni 2026, adalah  momen memperingati Hari Lahir Pancasila. Maka apel pagi juga dimanfaatkan untuk memberikan arahan terkait pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) yang akan segera dimulai. Dalam amanatnya, pembina apel, Ustad H. Didik Wiranto, S.P., M.Pd. mengajak seluruh santri untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam mengikuti ujian. “Hilangkan ego dan Jangan merasa paling hebat merupakan 2 hal yang harus dipegang santri. Ujian bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang baik, tetapi juga tentang membangun karakter yang kuat. Niat, berproses, dan kejujuran adalah kunci utama dalam meraih keberhasilan,” pesan pembina apel kepada seluruh peserta diakhir amanah yang disampaikan. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Semangat persatuan, gotong royong, dan saling menghormati diharapkan dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah. Menjelang pelaksanaan SAS, para santri diimbau untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, menjaga kesehatan, serta memanfaatkan waktu belajar secara efektif. Dengan persiapan yang matang dan semangat Pancasila yang tertanam kuat, diharapkan seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan lancar dan memperoleh hasil yang optimal. Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, sekolah mengajak seluruh santri untuk tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi generasi yang berkarakter, seorang pemimpin hebat peradaban, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Mediasi (Media Literasi), News, Uncategorized

Dua Puluh Menit Dimasuki Sepi, Mengubah Pagi Menjadi Lebih Berarti

SMAIT Al-Multazam (27/042026). Lapangan sekolah biasanya ramai oleh suara langkah kaki dan obrolan santri. Tapi pagi itu berbeda. Puluhan santri duduk rapi di lapangan, buku di tangan. Para guru juga ikut bergabung, duduk di antara mereka. Tidak ada aba-aba keras, tidak ada suara gaduh. Hanya halaman-halaman yang dibalik pelan. Selama dua puluh menit, sekolah mendadak seperti berhenti sejenak. Kegiatan literasi bukan sekali dua kali dilakukan. Sudah jadi kebiasaan, setiap pekan keempat seluruh warga sekolah—santri, guru, ikut dalam sesi membaca senyap di lapangan. Buku yang dibawa bebas. Ada yang membaca novel, ada yang membuka buku pelajaran, ada juga yang tenggelam dalam komik. Yang menarik, tidak ada yang dipaksa terlihat serius. Tapi suasananya tetap tertib. Mungkin karena semua ikut melakukannya. Beberapa guru terlihat duduk di barisan samping. Mereka juga membaca. Sesekali menandai halaman, lalu kembali tenggelam dalam bukunya. Di sisi lain, beberapa siswa yang biasanya sulit diam justru tampak fokus. Teriknya matahari pagi mengubah suasana lebih teduh. Lapangan yang biasanya bising  berubah jadi ruang baca bersama. Tidak ada dekorasi khusus, tidak ada fasilitas mewah. Hanya lapangan terbuka, buku, dan kemauan untuk mencoba. Tapi justru di situ letak kekuatannya. Sederhana, tapi terasa. Dua puluh menit itu mungkin terlihat singkat. Tapi dari situlah kebiasaan dibangun. Bukan dengan paksaan, tapi dengan contoh. Guru membaca, Siswa melihat dan mereka pun membaca ikut terlena dalam lembaran demi lembaran bermakna. 

News, Uncategorized

Panggung Ekspresi: Apresiasi Teater oleh Santri Al-Multazam

SMAIT Al-Multazam (10/04/2026). Dalam rangka memperkaya proses pembelajaran di luar ruang kelas dan aplikasi proses pembelajaran mendalam, sejumlah santri Al-Multazam mengikuti kegiatan apresiasi pementasan teater Sado Kuningan yang dikemas dalam sebuah pertunjukan kolaborasi. Mereka menamakan pertunjukan tersebut dengan sebuah akronim kata yakni Menu Budaya Gembira, disingkat MBG.  Tidak sekadar menjadi penonton, para santri diajak menyelami setiap adegan, memahami alur cerita, hingga menangkap pesan yang disampaikan para pemain di atas panggung. Kegiatan apresiasi ini menjadi ruang belajar yang berbeda—hangat dan hidup. Dari sorot lampu, tarian, musik hingga dialog yang mengalir, santri belajar mengamati, merasakan, dan menafsirkan karya seni secara langsung. Melalui pengalaman tersebut, teater hadir bukan hanya sebagai hiburan, melainkan juga sebagai media pembelajaran yang menumbuhkan kepekaan, apresiasi, dan pemahaman akan nilai-nilai kehidupan. Di sinilah proses pembelajaran mendalam menjad hal yang bukan sekadar menarik, melainkan lebih bermakna.

News, Uncategorized

Sosialisasi TKA dan Penjurusan Santri Kelas X dan XI: Langkah Awal Menuju Pelaksanaan Program

SMAIT Al-Multazam (13/04/2026). Dalam rangka pemberian informasi sebagai langkah awal pelaksanaan program, sejumlah santri kelas X dan XI mengikuti sosialisasi penjurusan dan TKA. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk membantu para santri mengenali potensi diri, memahami pilihan yang tersedia, dan mulai merancang arah masa depan dengan lebih terarah. Melalui sosialisasi informasi yang diberikan sekolah dalam hal ini disampaikan oleh tim BK, Pj. OSN, dan Ketua Timses kelas XII, para santri diharapkan mampu menemukan minat dan bakat terbaik yang dimiliki. Dengan bimbingan dari para guru, setiap santri akan diarahkan untuk memilih jurusan yang sesuai dengan kemampuan dan cita-cita, sehingga proses belajar ke depan menjadi lebih fokus, bermakna, dan optimal. Semoga dengan perencanaan yang matang sejak dini, langkah para santri dalam meraih cita-cita akan semakin mudah dan terarah. Karena masa depan yang gemilang dimulai dari keputusan yang tepat hari ini, disertai usaha, doa, dan keyakinan untuk terus berkembang menjadi pribadi yang unggul dan berprestasi. )

News, Uncategorized

Menutup Masa Ujian dengan Nilai Pancasila dan Teladan Siroh

SMAIT Al-Multazam (6/3/2026). Hari terakhir ujian, keseriusan tampak pada wajah santri kelas XII. Ada rasa yang tak bisa diungkapkan. “Rasanya ingin segera menyelesaikan ujian dengan cepat, setelah itu pulang…. Yeach……” teriakan mereka penuh rasa bahagia karena akan segera bertemu keluarga, berbuka bersama, dan rencana-rencana lain yang menjadi catatan selama ini.  Perjalanan panjang siswa kelas XII dalam  pelaksanaan Asesment Sumatif Akhir Jenjang akhirnya mencapai garis akhir melalui sebuah momentum yang sarat makna: pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Siroh sebagai penutup rangkaian pendidikan santri di SMAIT. Bukan sekadar mata pelajaran, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi para santri untuk meneguhkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus meneladani perjalanan hidup Rasulullah SAW. dalam membangun karakter, integritas, dan kepemimpinan. Dalam suasana yang penuh keseriusan dan kebersamaan, para santri diajak menengok kembali perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di SMAIT. Nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dipadukan dengan pelajaran dari sirah Nabi sebagai pedoman moral dan spiritual. Momentum ini menjadi simbol bahwa bekal ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian telah dipersiapkan untuk mengiringi langkah mereka menuju babak kehidupan berikutnya. j

Info Akademik, News, Uncategorized

Hari ke-8 Ujian Seni Budaya, Buat Mereka Terpana

SMAIT Al-Multazam (5/03/2026). Hari-hari Ujian kelas XII akan segera berakhir. Seni dan budaya menjadi mata pelajaran yang paling dinanti saat ujian karena mata pelajaran ini jadi hiburan untuk pikiran yang mungkin terasa penat oleh soal-soal serius.  Seni dan Budaya kali ini tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga melatih kreativitas dan kemampuan apresiasi peserta terhadap seni. Tidak hanya itu, beberapa soal juga mengajak santri untuk memberikan pendapat atau analisis sederhana tentang sebuah karya seni. Mereka bisa menuliskan kesan atau pesan yang tertangkap dari karya yang ditampilkan. Hal ini membuat ujian Seni Budaya terasa lebih bebas dan kreatif.

Info Akademik, News, Uncategorized

Ujian di Tengah Ramadan dan Cuaca Sendu

SMAIT Al-Multazam (3/3/2026). Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di lingkungan pesantren. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lebih lama, langkah kaki menuju masjid semakin sering terdengar, dan waktu terasa berjalan dalam irama yang lebih khusyuk. Namun, bagi santri kelas XII, Ramadan kali ini bukan hanya tentang ibadah dan pengendalian diri. Ia juga menjadi medan perjuangan terakhir sebelum kelulusan: Asesment Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ). Di tengah langit yang sering diselimuti mendung, suasana pesantren terasa semakin sendu. Awan kelabu menggantung rendah seolah menjadi metafora beban pikiran yang dipikul para santri. Puasa bukan alasan untuk menyerah. Justru dalam keadaan lapar dan haus, mereka belajar tentang makna ketahanan yang sesungguhnya. Energi yang terbatas menuntut mereka untuk mengatur waktu dengan lebih bijak. Siang hari selepas pelajaran, kantuk sering datang menyerang. Angin sejuk yang bertiup dari langit mendung membuat mata semakin berat. Namun lembar demi lembar soal ujian tetap mereka kerjakan. Suasana ruang kelas pun berbeda. Tidak ada suara gaduh, hanya gesekan pena dan helaan napas pelan. Wajah-wajah tampak lebih serius dari biasanya. Sesekali terdengar suara rintik hujan di atap, mempertegas keheningan. Mendung di luar jendela seakan menguji fokus dan keteguhan hati. Namun di balik semua itu, ada kekuatan yang tak kasat mata. Ramadan menghadirkan ketenangan batin. Doa-doa dipanjatkan lebih khusyuk. Mendung memang sering menaungi hari-hari ujian, tetapi justru dari situlah lahir keteguhan. Seperti langit yang akhirnya akan kembali cerah, perjuangan ini pun akan mencapai titik terang. Ujian sekolah akan usai, Ramadan akan meninggalkan kenangan, dan para santri kelas XII akan melangkah ke babak kehidupan berikutnya dengan bekal ilmu, disiplin, dan kesabaran yang telah ditempa. Perjuangan mereka bukan hanya tentang nilai di atas kertas. Ia adalah kisah tentang ketahanan jiwa, tentang harapan yang tidak padam meski langit tampak kelabu. Di antara doa dan mendung, para santri belajar bahwa kesuksesan bukan hanya hasil dari kecerdasan, tetapi juga dari kesabaran dan keyakinan.

Info Akademik, News, Uncategorized

ASAJ: Dari Ruang Ujian Menuju Cita-Cita

SMAIT Al-Multazam (25/02/2026). Suasana sekolah tampak berbeda dari biasanya. Lorong sekolah yang umumnya dipenuhi canda dan tawa berubah menjadi lebih tenang. Santri kelas XII melangkah dengan penuh kesiapan. Buku ditangan untuk dibaca, catatan materi untuk kembali dipelajari dan dipahami.  Tidak lupa doa dalam pelaksanaan Shalat Duha bersama mereka panjatkan penuh khusuk. Hari itu menjadi momen penting: dimulainya Asesment Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ). Bagi santri kelas XII, ASAJ bukan sekadar ujian akademik. Ujian ini menjadi penutup perjalanan tiga tahun di bangku SMA sekaligus penentu langkah berikutnya. Berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari, mulai dari mengikuti bimbingan tambahan, membentuk kelompok belajar, hingga saling memberi dukungan untuk menjaga semangat.  “Rasanya campur aduk, tegang tapi juga lega karena ini tahap terakhir,” ungkap salah satu santri kelas XII. Pelaksanaan ASAJ dipersiapkan secara matang oleh pihak sekolah. Penyusunan jadwal, kesiapan ruang ujian, hingga pengawasan dilakukan dengan tertib demi memastikan ujian berjalan lancar, jujur, dan kondusif. Sekolah memandang ASAJ bukan hanya sebagai evaluasi hasil belajar, tetapi juga sebagai refleksi pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab seluruh santri. Di sela-sela ujian, suasana kebersamaan tetap terasa. Santri saling menyemangati sebelum memasuki ruang ujian dan berbagi cerita setelahnya. Momen-momen sederhana ini menjadi kenangan berharga menjelang akhir masa sekolah mereka. Kini, setelah lembar jawaban terakhir dikumpulkan, rasa lega mulai menyelimuti. Namun lebih dari itu, tersimpan harapan besar akan hasil terbaik dan kelulusan yang membanggakan. Asesment Sumatif Akhir Jenjang mungkin menjadi akhir dari satu fase perjalanan. Namun bagi santri kelas XII SMAIT Al-Multazam, ini adalah awal dari langkah baru menuju masa depan yang lebih luas, membawa keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan tidak pernah sia-sia.

News, Uncategorized

APEL PAGI TANDAI PEMBUKAAN PENILAIAN SUMATIF AKHIR JENJANG KELAS XII

SMAIT Al-Multazam (23/02/2026). Di bawah rintik hujan pagi hari, suasana khidmat menyelimuti lapangan SMAIT saat pelaksanaan apel pagi dalam rangka pembukaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) bagi siswa kelas XII. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah guru serta santri kelas X dan XI yang turut memberikan dukungan moril kepada para peserta ujian. Apel pagi secara resmi dibuka oleh Mudir Mahad, K.H. Badrudin, Lc. yang dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan sambutan serta arahan kepada seluruh peserta apel. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama pelaksanaan ujian berlangsung. “Penilaian Sumatif Akhir Tahun bukan hanya menjadi tolok ukur capaian akademik, tetapi juga menjadi ajang pembuktian karakter dan integritas para santri,” ujar Mudir Mahad di hadapan para peserta apel. Beliau juga mengingatkan santri kelas XII untuk mempersiapkan diri dengan maksimal, menjaga kesehatan, serta memanfaatkan waktu ujian dengan sebaik-baiknya. Tak lupa, apresiasi dan doa disampaikan kepada seluruh panitia dan dewan guru yang telah mempersiapkan pelaksanaan PSAJ dengan matang. Kegiatan apel berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Doa penutup menjadi akhir pelaksanaan apel Senin, 23 Februari 2026. Setelah apel selesai, siswa kelas XII diarahkan menuju ruang ujian masing-masing untuk mengikuti mata pelajaran pertama sesuai jadwal yang telah ditetapkan yakni ujian Tahsin Tahfidz Al-Quran. Dengan digelarnya apel pagi ini, diharapkan seluruh rangkaian Penilaian Sumatif Akhir Jenjang  dapat berjalan lancar, tertib, dan menghasilkan capaian terbaik bagi seluruh siswa kelas XII.

Scroll to Top