SMAIT Al-Multazam

Kegiatan Santri, News, Uncategorized

Wujudkan Sekolah Ramah dan Aman, Santri SMAIT Al-Multazam Ikuti Seminar Anti-Bullying.

SMAIT Al-Multazam (30/10/2026). Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan (bullying), sekolah menyelenggarakan kegiatan Seminar Anti-Bullying yang diikuti oleh para santri. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang berempati, saling menghargai, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Seminar yang berlangsung di Masjid mengangkat tema “Kenali Dirimu, Jaga Mentalmu, Stop Bullying!” Melalui kegiatan ini, para santri diajak untuk memahami berbagai bentuk perundungan, mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan di dunia digital (cyberbullying). Dalam penyampaian materinya, narasumber, Ibu Rizqy Hanabella, S.Psi., M.A. menjelaskan bahwa bullying bukan sekadar tindakan bercanda atau kenakalan remaja biasa, melainkan perilaku yang dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis, kepercayaan diri, dan perkembangan sosial korban. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk mengenali, mencegah, serta berani mengambil tindakan ketika menemukan indikasi perundungan di lingkungan sekolah. Tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, para peserta juga diajak untuk berpartisipasi aktif melalui diskusi dan interaksi selama seminar berlangsung. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, berbagi pandangan, serta memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika menjadi korban, menyaksikan, ataupun mengetahui adanya tindakan bullying. “Kegiatan ini diharapkan menjadi upaya pencegahan bullying bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah, termasuk guru, tenaga kependidikan, dan para siswa. Sikap berani melapor, tidak ikut menyebarkan tindakan perundungan, serta memberikan dukungan kepada korban merupakan langkah sederhana yang dapat membawa perubahan besar”. Ungkap Ibu Kepala Sekolah.

News, Uncategorized

Peduli Kesehatan, Sekolah Selenggarakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Santri SMA

SMAIT Al-Multazam (29/10/2026). Terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan santri melalui program cek kesehatan gratis atau CKG, sekolah bekerjasama dengan tim kesehatan Puskesmas Jalaksana menyekenggarakan pelayanan cek kesehatan untuk santri SMA kelas X dan XI. Pelayanan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sekolah terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran. Di samping itu kegiatan pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk membantu santri mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan adanya pemeriksaan secara berkala, santri diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai upaya deteksi dini terhadap kemungkinan masalah kesehatan, program ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa agar lebih peduli terhadap kondisi fisik mereka. Kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak remaja diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi siswa dalam menjalani Aktivitas pendidikan maupun kehidupan sehari-hari. Program cek kesehatan gratis merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Melalui program ini, sekolah berharap seluruh siswa dapat semakin memahami pentingnya pola hidup sehat, menjaga kebugaran tubuh, serta melakukan pemeriksaan kesehatan apabila diperlukan. Dengan tubuh yang sehat, siswa diharapkan mampu mengikuti kegiatan pembelajaran dengan lebih optimal dan meraih prestasi sesuai potensi yang dimiliki. SMAIT Al-Multazam berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program positif yang mendukung tumbuh kembang santri, karena pendidikan yang berkualitas dimulai dari lingkungan belajar yang sehat dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

News, Tim Sukses, Uncategorized

Doa Bersama Jelang TKA, Sivitas SMAIT Al-Multazam Beri Dukungan untuk Kelas XII

SMAIT Al-Multazam menggelar doa bersama untuk santri kelas XII Angkatan Nominal menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 26–29 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Multazam, Sabtu (24/10/2026), ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk mempersiapkan santri menghadapi ujian. Kegiatan diawali dengan salat Duha yang dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Al-Multazam, KH. Badrudin, Lc., kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Acara dilanjutkan dengan sambutan dan taujih dari Mudir Ma’had serta Kepala SMAIT Al-Multazam, Ustzh. Nina Herlina, M.Pd. Dalam taujihnya, KH. Badrudin mengingatkan para santri agar menghadapi ujian dengan menguatkan hubungan kepada Allah SWT, selain tetap melakukan persiapan akademik secara maksimal. Ia mengangkat kisah Nabi Yunus AS yang memanjatkan doa ketika berada dalam kesulitan sebagai pelajaran tentang pentingnya mengakui keterbatasan diri dan memohon pertolongan Allah. Menurutnya, manusia tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan logika ketika menghadapi persoalan. Ikhtiar perlu disertai keyakinan kepada Allah SWT, doa, dan tawakal. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Selain memohon ampun kepada Allah, para santri diharapkan bersedia meminta maaf atas kesalahan kepada orang tua, guru, maupun teman. “Untuk menyelesaikan ujian, yang pertama harus dilakukan adalah menguatkan hubungan kepada Allah SWT,” demikian pesan utama yang ditekankan dalam taujih tersebut. Sementara itu, Kepala SMAIT Al-Multazam, Ustzh. Nina Herlina, M.Pd., menyampaikan bahwa doa bersama merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk mengantarkan santri kelas XII menghadapi TKA. Beliau mengingatkan bahwa persiapan ujian harus dilakukan melalui kesungguhan belajar, doa, dan tawakal. “Tugas kita hanyalah memaksimalkan ikhtiar, memanjangkan doa tanpa batas, dan tawakal tanpa cemas,” ujar Ibu Kepala Sekolah dalam sambutannya. Beliau menegaskan bahwa hasil yang diperoleh perlu diiringi usaha yang sepadan. Karena itu, persiapan akademik idealnya dilakukan sejak kelas X dan XI agar santri memiliki pemahaman materi yang lebih matang ketika memasuki kelas XII. Selain itu, Ibu Kepala Sekolah juga menjelaskan bahwa TKA menjadi salah satu tahapan yang perlu dipersiapkan secara serius, terutama bagi santri yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Meski demikian, beliau mengingatkan bahwa TKA bukan akhir dari perjuangan karena masih terdapat jalur seleksi dan kesempatan lain untuk melanjutkan pendidikan. Di samping belajar, menurut beliau santri harus menjaga hubungan baik dengan orang tua, guru, dan teman. Menurutnya, doa serta keridaan Allah SWT menjadi hal penting yang perlu diupayakan dalam setiap langkah perjuangan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan mushafahah, yakni saling bersalaman dan bermaafan antara santri kelas XII Angkatan Nominal dengan para guru serta adik kelas XI dan X. Momen ini menjadi bentuk dukungan moral sekaligus ungkapan kebersamaan keluarga besar SMAIT Al-Multazam menjelang pelaksanaan TKA. Melalui kegiatan tersebut, para santri diharapkan dapat menghadapi TKA pada 26–29 Oktober 2026 dengan kesiapan akademik, ketenangan hati, dan keyakinan kepada Allah SWT. Doa bersama ini sekaligus menegaskan bahwa persiapan menghadapi ujian tidak hanya bertumpu pada usaha belajar, tetapi juga pada penguatan spiritual dan hubungan baik dengan sesama.

Kegiatan Santri, News, Uncategorized

Tuangkan Kreativitas di Atas Kanvas, Lomba Melukis Meriahkan OASE

SMAIT Al-Multazam (9/10/2026). Suasana penuh kreativitas dan semangat mewarnai pelaksanaan lomba melukis di atas kanvas dalam rangkaian kegiatan Olimpiade, Akademik, Sains, Entrepreneurship (OASE). Melalui goresan kuas dan perpaduan warna, para peserta menunjukkan bakat, imajinasi, serta cara unik mereka dalam menuangkan ide ke dalam sebuah karya seni. Dengan kanvas sebagai media berekspresi, para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan perlombaan. Mereka berusaha menghasilkan lukisan terbaik dengan mengandalkan kreativitas, ketelitian, dan kemampuan mengolah warna. Setiap goresan yang tercipta menghadirkan cerita dan makna tersendiri, menjadikan setiap karya memiliki ciri khas yang berbeda. Lomba ini tidak sekadar menjadi ajang untuk memperebutkan kemenangan, tetapi juga ruang bagi peserta untuk mengembangkan potensi diri dan menyalurkan kreativitas. Melalui kegiatan ini, seni menjadi salah satu sarana untuk melatih kepekaan, kesabaran, serta keberanian dalam menyampaikan gagasan secara visual. Sebagai bagian dari agenda OASE, lomba melukis turut memperkaya rangkaian kegiatan yang mendorong peserta untuk berkembang dalam berbagai bidang. Tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik dan sains, OASE juga memberikan ruang bagi kreativitas dan keterampilan nonakademik untuk tumbuh dan diapresiasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta semakin percaya diri dalam mengembangkan bakat seni serta mampu menjadikan kreativitas sebagai bagian penting dari proses belajar dan berkarya. Pada akhirnya, setiap lukisan bukan hanya tentang warna yang berpadu di atas kanvas, melainkan juga tentang ide, keberanian, dan imajinasi yang dituangkan menjadi sebuah karya. Semangat inilah yang menjadikan lomba melukis dalam OASE lebih dari sekadar perlombaan, tetapi juga pengalaman berharga untuk terus berkreativitas dan berprestasi.

Info Akademik, News, Uncategorized

Hari Ketiga ASTS: Kuatkan Karakter, Menguji Kompetensi

SMAIT Al-Multazam (30/09/2026). Hari ketiga Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) kembali berlangsung dengan penuh semangat di lingkungan sekolah. Sejak pagi, para santri hadir dengan kesiapan dan antusiasme untuk mengikuti rangkaian asesmen sebagai bagian dari proses mengukur capaian pembelajaran sekaligus melatih kemandirian dalam belajar. Memasuki ruangan, suasana  kelas tampak tenang dan kondusif. Setiap santri berusaha berkonsentrasi, membaca soal dengan cermat, serta mengerjakan setiap pertanyaan dengan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan. Bagi sekolah, ASTS bukan hanya tentang hasil akhir. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya belajar yang disiplin, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab. Setiap proses yang dijalani siswa merupakan kesempatan untuk mengenali kemampuan diri sekaligus terus berkembang menjadi pembelajar yang lebih baik.

News, Uncategorized

Pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester SMAIT Al-Multazam

SMAIT Al-Multazam (28/09/2026). Sebagai bagian dari rangkaian evaluasi pembelajaran, seluruh santri SMAIT melaksanakan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS).  Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas X, XI, dan XII. Pelaksanaan asesmen berlangsung di ruang-ruang kelas dengan pengawasan dari guru yang telah ditugaskan. Sebelum memasuki ruangan dan mengerjakan soal, seluruh santri mendapatkan arahan mengenai tata tertib, waktu pelaksanaan, serta ketentuan yang harus diperhatikan selama asesmen. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari proses evaluasi untuk mengetahui perkembangan pemahaman santri terhadap materi pembelajaran yang telah diberikan selama tengah semester pembelajaran. Hasil asesmen selanjutnya dapat menjadi bahan bagi guru dalam melakukan evaluasi dan menentukan tindak lanjut pembelajaran. Selama pelaksanaan ASTS, santri tampak mengikuti kegiatan dengan tertib. Para pengawas memastikan asesmen berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sekolah, sementara santri mengerjakan soal sesuai mata pelajaran dan waktu yang telah dijadwalkan. Selain mengukur capaian pembelajaran peserta didik, pelaksanaan asesmen juga menjadi momentum bagi siswa untuk mengevaluasi kesiapan dan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari. Dengan terlaksananya Asesmen Sumatif Tengah Semester secara tertib, sekolah berharap hasil yang diperoleh dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan belajar peserta didik sekaligus menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dan penguatan pembelajaran pada tahap berikutnya. Salam literasi! “Mari kita membaca, menulis, dan berkarya”  *ASTShari-1# *SMAITJuara#

Artikel, Uncategorized

Literasi Menyalakan Cahaya di Tengah Banjir Informasi

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca rangkaian huruf atau menulis kalimat. Literasi adalah kemampuan seseorang untuk memahami informasi, mengolahnya, berpikir kritis, kemudian menggunakannya secara bijak.” “Literasi bukan hanya tentang membaca buku. Literasi adalah bagaimana kita memahami apa yang kita baca, berpikir terhadap informasi yang kita terima, dan mampu mengambil keputusan dengan tepat.” Kedua kutipan di atas terasa semakin relevan di tengah derasnya arus informasi. Setiap hari, siswa berhadapan dengan berbagai macam berita, unggahan media sosial, video, dan pesan yang datang silih berganti. Tidak sedikit informasi yang sengaja dibuat untuk memengaruhi cara seseorang berpikir. Di sinilah literasi menemukan maknanya. Membaca membuat seseorang mengetahui. Sedangkan, literasi membuat seseorang mampu memahami. Budaya literasi perlu dibangun secara bersama-sama. Sekolah memiliki peran penting untuk menyediakan ruang dan kesempatan bagi siswa agar dekat dengan buku dan berbagai sumber pengetahuan. Namun, kebiasaan membaca tidak akan tumbuh hanya karena adanya program. Ia harus dimulai dari kebiasaan kecil. Seperti membaca beberapa halaman setiap hari, menuliskan kembali apa yang dipahami, bertanya ketika menemukan sesuatu yang belum diketahui, dan berdiskusi serta mencari sumber yang dapat dipercaya untuk kemudian berani menyampaikan gagasan. Dari kebiasaan-kebiasaan sederhana itulah kemampuan berpikir dapat tumbuh. Literasi juga bukan hanya milik siswa yang gemar membaca. Ia adalah kebutuhan semua orang. Seorang guru membutuhkan literasi untuk terus belajar. Seorang siswa membutuhkannya untuk memahami pelajaran dan kehidupan. Orang tua membutuhkannya untuk mendampingi anak. Bahkan masyarakat membutuhkan literasi agar tidak mudah terseret oleh informasi yang belum tentu benar. Buku mungkin hanya benda yang terdiri atas lembaran-lembaran kertas. Namun, di dalamnya tersimpan gagasan, pengalaman, pengetahuan, dan kemungkinan-kemungkinan baru. Satu buku dapat membuka satu jendela. Satu kebiasaan membaca dapat membuka jalan. Dan satu generasi yang memiliki kemampuan literasi yang baik dapat memiliki bekal untuk menghadapi masa depan dengan lebih kritis, kreatif, dan bijaksana. Maka, ketika kegiatan peluncuran literasi berakhir dan suasana kembali seperti biasa, sesungguhnya pekerjaan yang paling penting baru saja dimulai.

Kegiatan Santri, News, Uncategorized

Sosialisasi Kuliah ke Luar Negeri Buka Wawasan Santri tentang Pendidikan Global

SMAIT Al-Multazam (19/09/2026). Kesempatan menempuh pendidikan tinggi di luar negeri semakin terbuka bagi pelajar Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan sosialisasi kuliah ke luar negeri yang digelar oleh sekolah. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh santri SMAiT Al-Multazam. Para santri mendapatkan informasi mengenai berbagai aspek yang perlu dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi mancanegara, mulai dari pemilihan universitas, persyaratan pendaftaran, kemampuan bahasa, beasiswa, hingga persiapan keberangkatan serta biaya Hidupku selama perkuliahan.

Kegiatan Santri, News, Uncategorized

Dari Hening Menjadi Aksi: Literasi SMAIT Al-Multazam dalam Gerakan Membaca Senyap (Gemas)

SMAIT Al- Multazam (5/09/2026). Gerakan membaca senyap atau Gemas kembali menggema di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi santri. Pekan pertama September menjadi awal pelaksanaan Gemas santri SMAIT Al-Multazam. Kegiatan ini merupakan program literasi pekanan yang akan secara rutin dilaksanakan. Tentunya Gemas tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca buku secara mandiri, tetapi juga dilanjutkan dengan sesi penyampaian refleksi langsung oleh santri di depan teman-teman mereka. Pelaksanaan kegiatan ini dirancang tim literasi sekolah untuk melatih fokus sekaligus mengasah kemampuan komunikasi publik santri.  Kepala sekolah beserta sejumlah dewan guru mengapresiasi antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswa. Melalui program ini, kemampuan berpikir kritis anak-anak terasah karena mereka dituntut untuk tidak sekadar membaca, melainkan memahami dan menyarikan esensi dari bacaan tersebut ke dalam kalimat yang runtut. Kegiatan literasi ini diharapkan terus konsisten berjalan dan menjadi kebiasaan positif yang melekat pada diri setiap santri, bahwa, membaca bukan lagi sebuah kewajiban akademis, melainkan kebutuhan sehari-hari yang menyenangkan.

PRS 2027/2028


DAFTAR SEKARANG
Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam Membuka Pendaftaran Santri Baru 
Daftar Sekarang Quota Terbatas

 

This will close in 20 seconds

Scroll to Top