SMAIT Al-Multazam

Author name: AdminSMAIT

Tim Sukses, Uncategorized

Sejumlah Santri Kelas XII SMAIT Al-Multazam Mengikuti Tes Psikotes

SMAIT Al-Multazam (19/07/2025). Dalam rangka mengukur berbagai aspek psikologi seperti kepribadian, kemampuan kognitif, dan motivasi masing-masing individu, SMAIT melalui guru bimbingan konseling dan para psikolog melaksanakan psikotes untuk santri kelas XII. Tes psikotes ini dilakukan untuk membantu individu dalam pemahaman diri, pengambilan keputusan, dan pengembangan potensi sehingga dapat dengan tepat menempatkan seseorang pada posisi yang tepat berdasarkan potensi diri. Begitu pun dengan santri kelas XII yang akan mengenyam pendidikan lebih lanjut setelah lulus nanti, bahwa dengan mengikuti test psikotes maka penempatan atau pemilihan jurusan nanti di bangku kuliah lebih mudah diarahkan dan disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki. Bertempat di masing-masing kelas yakni mulai kelas XII 1 sampai XII 5 serta diawasi oleh para pengawas tim psikologi, test psikologi santri kelas XII berjalan lancar dan kondusif. Dengan menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam dalam pengerjaan soal test psikotest, membuat santri sedikit lelah karena harus berpikir keras ketika menjawab soal-soal yang bernalar tinggi atau hots.  “Melalui test psikotes ini diharapkan santri kelas XII lebih siap dan mengenal potensi masing-masing sebagai cara untuk memotivasi diri dalam mengenyam pendidikan lebih lanjut”, ungkap Ustadzah Dedeh Hamidawati, S.Psi. Selaku guru bimbingan konseling SMAIT Al- Multazam. 

Tim Sukses, Uncategorized

Sejumlah Santri Kelas XII SMAIT Al-Multazam Mengikuti Tes Psikotes

SMAIT Al-Multazam (19/07/2025). Dalam rangka mengukur berbagai aspek psikologi seperti kepribadian, kemampuan kognitif, dan motivasi masing-masing individu, SMAIT melalui guru bimbingan konseling dan para psikolog melaksanakan psikotes untuk santri kelas XII. Tes psikotes ini dilakukan untuk membantu individu dalam pemahaman diri, pengambilan keputusan, dan pengembangan potensi sehingga dapat dengan tepat menempatkan seseorang pada posisi yang tepat berdasarkan potensi diri. Begitu pun dengan santri kelas XII yang akan mengenyam pendidikan lebih lanjut setelah lulus nanti, bahwa dengan mengikuti test psikotes maka penempatan atau pemilihan jurusan nanti di bangku kuliah lebih mudah diarahkan dan disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki. Bertempat di masing-masing kelas yakni mulai kelas XII 1 sampai XII 5 serta diawasi oleh para pengawas tim psikologi, test psikologi santri kelas XII berjalan lancar dan kondusif. Dengan menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam dalam pengerjaan soal test psikotest, membuat santri sedikit lelah karena harus berpikir keras ketika menjawab soal-soal yang bernalar tinggi atau hots.  “Melalui test psikotes ini diharapkan santri kelas XII lebih siap dan mengenal potensi masing-masing sebagai cara untuk memotivasi diri dalam mengenyam pendidikan lebih lanjut”, ungkap Ustadzah Dedeh Hamidawati, S.Psi. Selaku guru bimbingan konseling SMAIT Al- Multazam. 

Kegiatan Santri, Uncategorized

Sambut Pagi dengan Dhuha Bersama, Inilah Kebiasaan Santri

SMAIT Al-Multazam (15/07/2025). Mengawali hari dengan senyuman penuh semangat. Mentari pagi hangatkan jiwa membakar rasa menebar asa. Panjatkan doa pada Sang Mahakuasa menegadah penuh harap dan keinginan.  Mengawali hari seluruh santri SMAIT Al-Multazam berbondong bondong menuju sekolah, menggelar sajadah untuk melaksanakan shalat Dhuha bersama di lapangan. Pelaksanaan Dhuha perdana di awal tahun ajaran baru, disambut santri penuh semangat dan rasa syukur tak terhingga. Bersama dengan dewan guru, santri duduk bareng, bersujud memohon pada Sang Kholiq kebaikan demi kebaikan menyertai setiap langkah.  Pagi masih terbungkus kesejukan dan kehangatan mentari. Dalam kekhusukan, kami bersujud, berdoa, memohon dengan kerendahan hati kepada Sang Penguasa dan pencipta dunia kebaikan demi kebaikan, kemudahan, kelancaran serta kekuatan dalam menghadapi kehidupan dunia, yang paling utama keberkahan di akhirat kelak. Sebagai imam dalam pelaksanaan shalat Dhuha kali ini, Ustad Ahmad Mulyana, S.Pd. mengimami shalat penuh dengan kekhusukan. Harapan untuk SMAIT Al-Multazam dan Pondok tercinta jauh lebih maju, berjaya serta senantiasa mendapatkan keberkahan menjadi hal utama kami memohon kepada Allah SWT Add Your Heading Text Here

Info Akademik, Uncategorized

Mengenal Deep Learning: Metode Pembelajaran Mendalam bikin Unik dan Menarik

SMAIT Al-Multazam (12/07/2025). Kembali SMAIT Al-Multazam menggelar pelatihan dalam bentuk In House Training tentang pembelajaran mendalam atau lebih dikenal dengan sebutan Deep Learning. In House Training ini digelar untuk mengenalkan lebih mendalam kepada dewan guru SMAIT sebelum awal KBM dilaksanakan pada Senin, 14 Juli 2025 mendatang. Selain itu sebagai bentuk komitmen sekolah dalam hal ini Ibu Kepala Sekolah, Ustadzah Nina Herlina, M.Pd. dan Waka Kurikulum, Ustadzah Hj. Yusi Pujiwarastuti, S.Sos, dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah serta pembelajaran mendalam untuk santri, maka IHT ini digelar. Pendidikan yang bermutu tidak hanya bergantung pada kurikulum atau materi yang diajarkan, tetapi juga pada cara mengajarkan dan interaksi antara pendidik dan peserta didik. Guru sebagai garda terdepan pendidikan dalam implementasi kurikulum harus dapat  menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Hal ini merupakan keharusan agar  pendidikan Indonesia untuk menjadi lebih adaptif dan berdaya saing global. Guru  yang baik bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun pemahaman mendalam di antara peserta didik. Dengan cara ini, ilmu yang mereka peroleh bukan hanya sekadar diingat untuk ujian, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan nyata, Pembelajaran akan membekas dalam kognisi anak apabila pembelajaran tersebut bermakna serta ada keterlibatan emosional antara pendidik dan peserta didik. Oleh karena itu, kehadiran seluruh dewan guru dalam pelatihan ini diharapkan mampu memahami secara saksama materi yang disampaikan dan yang utama adalah mengaplikasikannya dalam proses KBM di kelas. Dibuka oleh Ibu Kepala Sekolah, Ustadzah Nina Herlina, M.Pd. serta dihadiri oleh Sekretaris Yayasan, Ustad Didik Wiranto, SP., M.Pd. Divisi HRD, Ustad Juheni, S.Ag., M.Pd. dan seluruh dewan guru SMAIT Al-Multazam, acara berjalan lancar hingga akhir sesi kedua tepat pukul 12.00 WIB. Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta. Mereka mengikuti sesi materi, diskusi, dan simulasi. Hingga akhir sesi kedua  semangat para peserta terus menyala dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan. Dunia pendidikan Indonesia memang tengah ramai dengan istilah baru bernama deep learning atau pembelajaran mendalam. Istilah ini muncul seiring dengan peluncuran Kurikulum Merdeka yang menekankan pada diferensiasi pembelajaran. Melalui Bapak Dr. Trisno Ikhwanudin, S.Si., M.A. selaku narasumber pada pelatihan IHT kali ini, kami diberi pemahaman dan penjelasan tentang pembelajaran mendalam (Deep Learning). “Pembelajaran secara mendalam harus diterapkan oleh seluruh guru di setiap satuan pendidikan untuk menciptakan pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan atau disingkat BBM. Seorang guru ketika mengajarkan materi harus mengaitkan materi yang diajarkan dalam kehidupan nyata bukan sekadar teori belaka karena dengan hal tersebut maka siswa akan lebih memahami materi yang diajarkan. Maka dengan menerapkan model pembelajaran mendalam atau Deep Learning diharapkan proses kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa akan lebih menarik dan mudah.” Jelas Pak Dr. Trisno di tengah tengah pemaparan materi pelatihan. **timliterasi

Uncategorized

Mengenal Deep Learning: Metode Pembelajaran Mendalam bikin Unik dan Menarik

SMAIT Al-Multazam (12/07/2025). Kembali SMAIT Al-Multazam menggelar pelatihan dalam bentuk In House Training tentang pembelajaran mendalam atau lebih dikenal dengan sebutan Deep Learning. In House Training ini digelar untuk mengenalkan lebih mendalam kepada dewan guru SMAIT sebelum awal KBM dilaksanakan pada Senin, 14 Juli 2025 mendatang. Selain itu sebagai bentuk komitmen sekolah dalam hal ini Ibu Kepala Sekolah, Ustadzah Nina Herlina, M.Pd. dan Waka Kurikulum, Ustadzah Hj. Yusi Pujiwarastuti, S.Sos, dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah serta pembelajaran mendalam untuk santri, maka IHT ini digelar. Pendidikan yang bermutu tidak hanya bergantung pada kurikulum atau materi yang diajarkan, tetapi juga pada cara mengajarkan dan interaksi antara pendidik dan peserta didik. Guru sebagai garda terdepan pendidikan dalam implementasi kurikulum harus dapat  menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Hal ini merupakan keharusan agar  pendidikan Indonesia untuk menjadi lebih adaptif dan berdaya saing global. Guru  yang baik bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun pemahaman mendalam di antara peserta didik. Dengan cara ini, ilmu yang mereka peroleh bukan hanya sekadar diingat untuk ujian, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan nyata, Pembelajaran akan membekas dalam kognisi anak apabila pembelajaran tersebut bermakna serta ada keterlibatan emosional antara pendidik dan peserta didik. Oleh karena itu, kehadiran seluruh dewan guru dalam pelatihan ini diharapkan mampu memahami secara saksama materi yang disampaikan dan yang utama adalah mengaplikasikannya dalam proses KBM di kelas. Dibuka oleh Ibu Kepala Sekolah, Ustadzah Nina Herlina, M.Pd. serta dihadiri oleh Sekretaris Yayasan, Ustad Didik Wiranto, SP., M.Pd. Divisi HRD, Ustad Juheni, S.Ag., M.Pd. dan seluruh dewan guru SMAIT Al-Multazam, acara berjalan lancar hingga akhir sesi kedua tepat pukul 12.00 WIB. Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta. Mereka mengikuti sesi materi, diskusi, dan simulasi. Hingga akhir sesi kedua  semangat para peserta terus menyala dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan. Dunia pendidikan Indonesia memang tengah ramai dengan istilah baru bernama deep learning atau pembelajaran mendalam. Istilah ini muncul seiring dengan peluncuran Kurikulum Merdeka yang menekankan pada diferensiasi pembelajaran. Melalui Bapak Dr. Trisno Ikhwanudin, S.Si., M.A. selaku narasumber pada pelatihan IHT kali ini, kami diberi pemahaman dan penjelasan tentang pembelajaran mendalam (Deep Learning). “Pembelajaran secara mendalam harus diterapkan oleh seluruh guru di setiap satuan pendidikan untuk menciptakan pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan atau disingkat BBM. Seorang guru ketika mengajarkan materi harus mengaitkan materi yang diajarkan dalam kehidupan nyata bukan sekadar teori belaka karena dengan hal tersebut maka siswa akan lebih memahami materi yang diajarkan. Maka dengan menerapkan model pembelajaran mendalam atau Deep Learning diharapkan proses kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa akan lebih menarik dan mudah.” Jelas Pak Dr. Trisno di tengah tengah pemaparan materi pelatihan. **timliterasi

Info Akademik

Mengenal Deep Learning: Metode Pembelajaran Mendalam bikin Unik dan Menarik

SMAIT Al-Multazam (12/07/2025). Kembali SMAIT Al-Multazam menggelegar pelatihan dalam bentuk In House Training tentang pembelajaran mendalam atau lebih dikenal dengan sebutan Deep Learning. In House Training ini digelar untuk mengenalkan lebih mendalam kepada dewan guru SMAIT sebelum awal KBM dilaksanakan pada Senin, 14 Juli 2025 mendatang. Selain itu sebagai bentuk komitmen sekolah dalam hal ini Ibu Kepala Sekolah, Ustadzah Nina Herlina, M.Pd. dan Waka Kurikulum, Ustadzah Hj. Yusi Pujiwarastuti, S.Sos, dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah serta pembelajaran mendalam untuk santri, maka IHT ini digelar. Pendidikan yang bermutu tidak hanya bergantung pada kurikulum atau materi yang diajarkan, tetapi juga pada cara mengajarkan dan interaksi antara pendidik dan peserta didik. Guru sebagai garda terdepan pendidikan dalam implementasi kurikulum harus dapat  menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Hal ini merupakan keharusan agar  pendidikan Indonesia untuk menjadi lebih adaptif dan berdaya saing global. Guru  yang baik bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun pemahaman mendalam di antara peserta didik. Dengan cara ini, ilmu yang mereka peroleh bukan hanya sekadar diingat untuk ujian, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan nyata, Pembelajaran akan membekas dalam kognisi anak apabila pembelajaran tersebut bermakna serta ada keterlibatan emosional antara pendidik dan peserta didik. Oleh karena itu, kehadiran seluruh dewan guru dalam pelatihan ini diharapkan mampu memahami secara saksama materi yang disampaikan dan yang utama adalah mengaplikasikannya dalam proses KBM di kelas. Dibuka oleh Ibu Kepala Sekolah, Ustadzah Nina Herlina, M.Pd. serta dihadiri oleh Sekretaris Yayasan, Ustad Didik Wiranto, SP., M.Pd. Divisi HRD, Ustad Juheni, S.Ag., M.Pd. dan seluruh dewan guru SMAIT Al-Multazam, acara berjalan lancar hingga akhir sesi kedua tepat pukul 12.00 WIB. Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta. Mereka mengikuti sesi materi, diskusi, dan simulasi. Hingga akhir sesi kedua  semangat para peserta terus menyala dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan. Dunia pendidikan Indonesia memang tengah ramai dengan istilah baru bernama deep learning atau pembelajaran mendalam. Istilah ini muncul seiring dengan peluncuran Kurikulum Merdeka yang menekankan pada diferensiasi pembelajaran. Melalui Bapak Dr. Trisno Ikhwanudin, S.Si., M.A. selaku narasumber pada pelatihan IHT kali ini, kami diberi pemahaman dan penjelasan tentang pembelajaran mendalam (Deep Learning). “Pembelajaran secara mendalam harus diterapkan oleh seluruh guru di setiap satuan pendidikan untuk menciptakan pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan atau disingkat BBM. Seorang guru ketika mengajarkan materi harus mengaitkan materi yang diajarkan dalam kehidupan nyata bukan sekadar teori belaka karena dengan hal tersebut maka siswa akan lebih memahami materi yang diajarkan. Maka dengan menerapkan model pembelajaran mendalam atau Deep Learning diharapkan proses kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa akan lebih menarik dan mudah.” Jelas Pak Dr. Trisno di tengah tengah pemaparan materi pelatihan. **timliterasi

Artikel

Orang-orang Takwa Tersembunyi: Tidak Dikenal di Bumi, tetapi Termasyhur di Langit

Membina bukan berarti ingin dikenal dan merasa sayalah yang paling bisa, bukan pula merasa yang terbaik bahkan sampai berniat agar terkenal. Membina adalah sebuah amanah besar yang mesti dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Tidak hanya itu, meluruskan niat hanya semata mata ingin mendapat rido Allah Swt. merupakan hal utama yang harus tertanam dalam hati ketika kita diberikan amanah untuk membina generasi dakwah. Mungkin bagi sebagian orang ketika melakukan sesuatu atau diberikan amanah lebih tinggi dari orang lain merasa “Wah inilah saya” dengan pongahnya, dengan sombongnya menganggap diri “paling segalanya” dan mendambakan popularitas. Hal inilah yang berbahaya dan mesti diluruskan segala bentuk niat dalam hati. Jika seseorang jauh dari popularitas, maka dia akan lebih mendekatan diri kepada Allah Swt. karena kualitas keimanan dan ketakwaan seseorang akan tertanam ketika dia dalam kesendirian jauh dari keterkenalan. Mari kita mengenal dan meneladani kisah orang-orang yang memiliki ketakwaan luar biasa kepada Allah Swt. dan membiasakan melakukan kebiasaan baik yang tidak diperlihatkan di hadapan manusia serta tidak pula ingin mengejar popularitas. Secara tersembunyi, mereka melakukan hal-hal kebaikan penuh keistiqomahan sehingga membuat mereka tidak dikenal di bumi tapi dikenal di langit. “Allah menyembunyikan kekasihNya di antara manusia”, ujar ‘Umar ibn Al Khathab, “Sebagaimana Dia menyembunyikan Lailatul Qadr di antara malam-malam bulan Ramadhan.” Semua malam bulan Ramadhan memang istimewa. Tapi yang paling dahsyat adalah hadirnya yang rahasia, yang hanya dikenali dari tanda-tanda yang tak seorangpun mudah memastikannya. Orang-orang yang menetapi kewajiban kepada Allah dan menjauhi laranganNya sungguh istimewa. Merekalah orang bertaqwa, merekalah kekasihNya. Tapi kekasih Allah pun berderajat-derajat tingkatannya. Dan termasuk tingkatan yang tertinggi di antara mereka, seperti kata Sayyidina ‘Umar, adalah yang tak mudah dikenali oleh mata manusia. Merekalah Atqiya’ul Akhfiya’, orang-orang yang bertaqwa lagi tersembunyi. Mereka terkenal di langit meski diabaikan di bumi. Mereka dirindukan surga meski dikucilkan dunia. Inilah catatan penting bagi kita, bahwa orang-orang shalih yang menjadi kekasih Allah sama sekali bukanlah orang yang menonjolkan diri. Mungkin memang ada di antara mereka yang menonjol, tapi bukan sebab keinginan dirinya. Dan sungguh hati mereka juga tak pernah menyukai keterkenalan itu. Allah hanya hendak membebani mereka dengan ujian yang lebih berat berupa kemasyhuran. Maka Mu’adz ibn Jabal menangisi keterkenalannya, sebab dia disebut oleh Nabi Muhammad saw. sebagai yang paling mengerti halal dan haram dalam agama. Muhammad ibn Wasi’ berkata, “Andai dosa ada baunya, takkan ada seorangpun di antara kalian yang tahan duduk di sisiku.” Imam An Nawawi tersedu memalingkan diri, ketika digelari sebagai Muhyiddin, sang penghidup agama. Yusuf Al Qaradlawy berkata “Cukup!” dan Muhammad ibn Shalih Al ‘Utsaimin menyuruh pembawa acara diam, ketika menyebut keduanya sebagai “Al ‘Allamah”, yang amat dalam ilmunya. Kisah lain seperti Imam Ahmad bin Hanbal, beliau setiap harinya membaca Al-Qur’an dan mengkhatamkan setiap tujuh hari, dan ternyata istrinya pun tidak tahu. Manusia yang terdekat kepada hidupnya bahkan tidak tahu. Makanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memuji orang-orang yang menyembunyikan sedekahnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ “Ada tujuh orang yang akan Allah berikan naungan pada hari kiamat, dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah ‘Azza wa Jalla.” Siapa di antaranya, yaitu: رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا “Seseorang yang bersedekah lalu ia sembunyikan sedekahnya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. Pelajaran tentang ketakwaan, keimanan, dan kebaktian seseorang juga bisa dicontoh hanya dari seorang pemuda biasa bernama Uwais Al Qarni. Ia merupakan pemuda yang terkenal di langit karena keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Kisah inspiratif lainnya yakni berbaktinya Salman Al Farisi kepada ibundanya sampai membuat Rasulullah saw. menangis. Betapa tidak, di hadapan Rasulullah SAW, Salman Al Farisi menceritakan upayanya untuk memuliakan sang ibu dengan cara yang paling tidak disangka-sangka.

News, Uncategorized

Pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Tahun SMAIT Al-Multazam

SMAIT Al-Multazam (10/06/2025). Dalam rangka evaluasi dan menilai kompetensi kognitif para santri, SMAIT melaksanakan penilaian Sumatif Akhir Tahun (SAT). Sebelum pelaksanaan SAT, persiapan demi persiapan dilakukan panitia ujian. Apel pembukaan penilaian SAT pun digelar. Dibuka oleh Mudir Mahad Al-Multazam, Ustad Badrudin, Lc., M.Pd. da dihadiri oleh seluruh dewan guru serta santri SMP SMA, pelaksanaan apel pembukaan SAT berjalan lancar. Seluruh hadirin menyimak pesan yang disampaikan Mudir penuh kekhidmatan. Penilaian SAT dilaksanakan selama kurang lebih 10 hari, terhitung mulai tanggal 2 sampai 13 Juni. Pelaksanaan SAT berjalan lancar dan diikuti oleh seluruh santri. Fokus dan khusuk dalam mengerjakan soal menjadi hal utama untuk mendapatkan hasil maksimal sesuai harapan.  Belajar tambahan saat eksplor menjadi cara terbaik untuk para santri dalam memahami materi yang sudah diberikan guru. Mereka saling diskusi materi dan bahas soal secara bersama, sehingga di keesokan harinya saat ujian sudah siap dengan pemahaman materi yang sudah dipelajari. Semoga

News, Uncategorized

Di Bawah Sang Merah Putih

Berdiri tegak setegak pendirian yang tak tergoyahkan  Berdiri kokoh sekokoh keyakinan yang tak terkoyakan zaman Berdiri khidmat sekhidmat nasionalis kami untuk Indonesia dan pancasila  Kibaran sang merah putih kuatkan barisan, kokohkan keinginan Penghormatan pada sang merah putih, setinggi impian dan harapan kami yang tersimpan  melalui pendidikan Kibaran sang merah putih menerpa angin menari ke sana ke mari  Tarian senada dan seirama dengan iringan lagu Indonesia Raya Syair demi syair lagu, menyimpan kisah dalam gapaian asa dan cinta Hangatnya mentari pagi membakar jiwa jiwa kami, dan kami masih tegap berdiri menyimak akan untaian kata motivasi, rangkaian kalimat penyemangat dari sang Pembina. Di bawah ‘sang merah putih’ terlantun doa atas perjuangan sosok yang kini telah tiada Menyelinap syukur untuk kemerdekaan yang dirasa Mengucap bangga bagi mereka yang kini berjuang dengan pengorbanan nyata Menyimpan asa dalam mengikuti jejak-jejak juang tanpa lelah. Di bawah ‘sang merah putih’ kami berkhidmat untuk Indonesia. Di bawah ‘sang merah putih’ kami kan tetap berdiri tegak Di bawah ‘sang merah putih’, semangat kami menyala sehangat mentari pagi 

Mediasi (Media Literasi), Uncategorized

Gelar Literasi di Peringatan Hari Puisi Nasional

SMAIT Al-Multazam (28/04/2025). Dalam rangka program literasi, SMAIT gelar agenda Gerakan Membaca Senyap (Gemas). Bertempat di lapangan SMA dan dihadiri oleh seluruh santri serta sejumlah dewan guru, Gemas berjalan lancar tanpa kendala.  Di bawah hanyatnya mentari  Cerahnya cuaca Merdunya kicauan burung  Kami berbaris duduk rapi Menunduk menyerap huruf, kata, dan kalimat demi kalimat Pahami setiap barisan informasi GEMAS, bukti nyata literasi santri Aplikasi dari sebuah aksi gerakan literasi berbagi informasi Gemas; gerakan membaca senyap Untuk hari bersejarah, hari puisi nasional Bertepatan dengan peringatan hari puisi nasional, 28 April, gemas menjadi program literasi sekolah untuk memahami semua jenis buku dan karya tulis baik karya fiksi maupun nonfiksi. Di hari puisi nasional, literasi sebagai bentuk penelusuran jejak para penulis dan penyair. Selain itu, Hari Puisi Nasional juga menjadi momen bagi santri untuk menghargai karya puisi sebagai bentuk seni dan kebudayaan yang kaya. (Wid)

Scroll to Top